Beranda Politik Ini Jawaban Surya Paloh soal Sindiran Merangkul Presiden PKS

Ini Jawaban Surya Paloh soal Sindiran Merangkul Presiden PKS

125
BERBAGI
Surya Paloh dan Sohibul Iman (Foto: Istimewa/pojoksatu.id)

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh meminta partai-partai lebih dewasa dan tak saling curiga ketika ada partai koalisi pendukung pemerintah yang menjalin komunikasi dengan oposisi, seperti yang dilakukan Nasdem dan PKS.

“Kami berkunjung ke kawan pun dicurigai, ini bangsa model apa? Rangkulan pun dimaknai tafsir kecurigaan. Kita mengaku demokratis, tapi begitu ortodoks dan konservatif,” ujar Surya Paloh disambut riuh tepuk tangan para kader, saat menyampaikan sambutan dalam acara Kongres-2 Nasdem yang digelar di Jiexpo Kemayoran, Jakarta pada Jumat (8/11/2019) malam.

Menurut Surya fenomena ini menimbulkan paradoks dan membuat bangsa Indonesia melangkah ke belakang.

“Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme, kecurigaan satu sama lain. Tingkat diskursus politik yang paling picik di negeri ini, rangkulan dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan,” ujar Surya.

Belakangan, Nasdem didera spekulasi melakukan politik zigzag dengan partai di luar koalisi. Spekulasi ini mencapai puncak ketika Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman pada Rabu, 30 Oktober 2019 di Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Usai bertemu, keduanya mengekspresikan kedekatannya dengan berangkulan.

Presiden Jokowi mengaku cemburu dengan kemesraan Surya dan Sohibul.

“Saya tidak tahu maknanya tapi rangkulannya tidak biasa. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu,” ujar mantan gubernur DKI Jakarta ini saat memberikan sambutan dalam acara perayaan HUT Partai Golkar di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (6/11/2019) malam.

Selain Jokowi, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto juga menyindir kedekatan antara Nasdem dan PKS. Ia mengatakan konsistensi dalam menjalankan posisi baik di koalisi maupun oposisi adalah hal penting.

“Dialog di antara para pemimpin partai memang bagian dari tradisi demokrasi kita. Tetapi konsistensi di dalam menjalankan posisi politik di dalam koalisi ataupun berada di luar pemerintahan itu juga sangat penting,” kata Hasto ditemui di gedung Arsip Nasional, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Bisnis

Loading...