Beranda News Pilgub Lampung Ini Kampanye Mustafa Sebelum Diperiksa KPK Tadi Pagi

Ini Kampanye Mustafa Sebelum Diperiksa KPK Tadi Pagi

250
BERBAGI
Mustafa mengacungkan empat jadi usai berkampanye singkat di depan para wartawan sebelum diperiksa sebagai saksi oleh KPK, Jumat pagi (23/2/2018). Foto: detik.com

TERASLAMPUNG.COM — Mengenakan rompi tahanan KPK tidak membuat Bupati Lampung Tengah nonaktif yang juga cagub Lampung Mustafa berkeciil hati. Ia tetap mencoba berkampanye dan memotivasi para pendukungnya saat akan diperiksa lembaga antirasuah itu, Jumat pagi, 23 Februari 2018.

Saat tiba menggunakan mobil tahanan, Mustafa tidak langsung masuk ke dalam lobi ruang tunggu, tetapi menghampiri wartawan.

“Pagi ini saya akan diperiksa. Saya akan memberikan keterangan yang saya tahu. Saya berharap semua masyarakat Lampung untuk terus tabah karena saya dalam situasi yang juga sehat, dan diberikan kesehatan serta diperlakukan dengan baik oleh petugas yang ada di KPK,” kata Mustafa, dilansir detik.com.

Kepada para pendukungnya, ia berpesan agar terus berjuang memenangkan dirinya pada Pilgub Lampung 2018.

“Jadi oleh karenanya, saya berharap untuk seluruh pendukung, terus luruskan niat, niat lurus, maju terus. Mudah-mudahan apa yang dicita-citakan, mengharapkan Lampung sejahtera, bisa tercapai dan terwujud dengan baik. Terima kasih. Nomor 4, kece, insyaallah,” kata dia sambil mengacungkan 4 jarinya.

Nomor 4 adalah nomor urut pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Lampung Mustafa dan Ahmad Jajuli.Mustafa – Ahmad Jajuli diusung Nasdem, PKS, dan Hanura.

Usai menemui para wartawan, Mustafa kemudian diarahkan masuk menuju lobi dalam gedung KPK. Ia langsung menyusuri tangga ke lantai dua, tempat ruang pemeriksaannya.

Mustafa diperiksa untuk tersangka Wakil Ketua DPRD J Natalis Sinaga.

“Mustafa diperiksa sebagai saksi atas tersangka JNS (J Natalis Sinaga),” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

KPK menduga adanya suap untuk anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah terkait persetujuan DPRD atas pinjaman daerah kepada PT SMI sebesar Rp 300 miliar. Pinjaman daerah rencananya akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Tengah.

Untuk mendapatkan pinjaman itu, dibutuhkan surat pernyataan yang disetujui atau ditandatangani bersama dengan DPRD sebagai persyaratan MoU dengan PT SMI. Lalu, untuk mendapat persetujuan atau tanda tangan surat pernyataan tersebut, diduga terdapat permintaan dana sebesar Rp 1 miliar.

Total duit suap Rp 1 miliar itu disebut berasal dari dua sumber. Sebesar Rp 900 juta berasal dari kontraktor proyek langganan setempat dan Rp 100 juta dari Dinas PUPR Kabupaten Lampung Tengah.

Meski sudah berstatus tersangka, status Mustafa sebagai cagub Lampung tidak otomatis gugur sebelum ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. NasDem, sebagai partai pengusung Mustafa terpaksa tetap memberikan dukungan sebab terbentur aturan KPU.