Beranda Virus Corona Ini Kata Antoni Imam Tentang Penolakan Pemakaman Jenazah Covid-19

Ini Kata Antoni Imam Tentang Penolakan Pemakaman Jenazah Covid-19

229
BERBAGI
Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PKS, Antoni Imam saat ditemui dikediamannya yang dijadikan sebagai Rumah Aspirasi di Jalan Jahe, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.
Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PKS, Antoni Imam saat ditemui dikediamannya yang dijadikan sebagai Rumah Aspirasi di Jalan Jahe, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Mewabahnya virus Corona atau Covid-19 di sejumlah wilayah di Indonesia, seluruh aspek kehidupan sudah pasti berdampak dan menjadi ancaman bagi kita semua tentunya. Bahkan yang menjadi aspek paling terasa saat ini, yakni mulai dari ekonomi, sosial dan budaya ketika wabah Covid-19 menunjukkan penyebarannya secara signifikan.

Ditengah kabar adanya penolakan jenazah Covid-19 dari masyarakat seperti di daerah Batuputu, Bandarlampung dan Jati Agung, Lampung Selatan, tentunya menjadi ironi kita semua. Tapi tidak dapat juga menghakiminya, sepenuhnya ini mereka salah karena melakukan penolakan. Secara teknis, perlu diperhatikan lagi oleh pemerintah daerah tentang penyampaian informasi secara baik dan meluas ke masyarakat tentang pemakaman itu sendiri.

Menyikapi hal itu, anggota DPRD Lampung dari Fraksi PKS, Antoni Imam mengatakan, melihat adanya penolakan jenazah Covid-19 oleh warga seperti yang terjadi di Batuputu, Bandarlampung dan Jatiagung, Lampung Selatan belum lama ini, mungkin membuat masyarakat lain merasa kesal atau lainnya tapi kita semua harus bisa saling menahan diri dan menyadarinya. Mungkin saja, masyarakat belum menerima atau paham secara utuh informasi yang mereka dapat.

“Kita memang harus tetap waspada ditengah krisis kesehatan wabah Covid-19 yang sedang kita alami bersama ini, tapi jangan sampai mematikan rasa kemanusiaan dan melupakan budaya gotong-royong, tolong menolong terhadap sesama yang sudah menjadi jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,”kata mas Anton sapaan akrabnya kepada teraslampung.com saat ditemui dikediamannya, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, usaha pemerintah dalam memberikan informasi baik melalui media masa ataupun media sosial, dirasa belum menjangkau hingga ke masyarakat bawah terutama yang bersentuhan langsung di wilayah yang berdekatan dengan tempat pemakaman.

“Banyak masyarakat belum mendapat informasi secara utuh bagaimana jika pasien yang terpapar virus Corona meninggal meski proses pengurusan jenazah yang dilakukan oleh tim medis sudah sesuai protap dan sesuai syariat agamanya masing-masing,”ujarnya.

Bahkan secara medis pun, kata Legislator PKS ini, pasien Covid-19 yang meninggal dijamin keamanannya untuk penduduk sekitar saat pasien itu dimakamkan. Artinya tidak membahanyakan, tapi dengan kondisi sekarang ini perlu dimaklumi karena ada kepanikan di masyarakat dan mereka tahunya penyakit (virus) itu menular meski saat akan dilakukan pemakaman.

Oleh karena itu dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Lampung hingga Kabupaten harus bertindak cepat dan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyampaikan informasi secara baik dan utuh. Jadi tidak hanya sekedar himbauan saja yang diberikan mengatasi pandemic Covid-19, tapi dibutuhkan formulasi atau langkah yang taktis, strategis dan efektif.

Meski corong informasi pemerintah ini masih terbatas, tapi masyarakat juga memiliki kewajiban untuk mencari dan menyebarkan informasi yang benar-benar valid tidak menyesatkan tentang mewabahnya Covid-19.

“Setelah diberikan pemahaman, alhamdulilah warga di Jatiagung sudah menerimanya. Sekarang tinggal bagaimana sosialisasi ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga masyarakat paham dan tidak panik. Mudah-mudahan tidak tejadi lagi adanya penolakan warga, apalagi masyarakat kita ini sudah dikenal sebagai masyarakat yang gotong royong, dan tolong menolong,”ungkapnya.

Antoni Imam mengutarakan, penanganan Covid-19 ini sudah ada gugus tugasnya mulai dari Pemerintah pusat hingga daerah yakni Provinsi dan Kabupaten bahkan sampai ke tingkat Desa yakni RT sudah ada protapnya. Dalam gugus tugas ini, Kepala daerah sebagai ketua seperti di Provinsi yakni Gubernur, Kabupaten adalah Bupatinya. Termasuk didalamnya itu juga, melibatkan tokohnya, ulama dan umaro.

“Saya mengapresiasi adanya protap gugus tugas ini sampai tingkat RT, apalagi terpadu dan terintegrasi serta ada perannya masing-masing. Dalam protap itu tidak hanya bagaimana menghadapi yang ODP dan PDP saja, tapi juga bagi pasien yang meninggal dunia,”kata anggota Komisi V DPRD Lampung ini.

Dengan adanya ini, kata Antoni Imam, dapat meminimalisir hal-hal yang belum paham diterima warga dan salah dalam bertindak berkaitan dengan Covid-19. Jangan sampai ada berbeda pendapat, karena ini juga akan membuat bingung masyarakat. Jika kordinasi berjalan dan satu pemahaman baik Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, tentunya tidak akan terjadi lagi adanya penolakan pemakaman oleh warga.

Adanya koordinasi yang baik, dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat atas upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam pencegahan, penanggulangan, pengobatan dan lainnya berkaitan dengan Covid-19. Kalau kepercayaan masyarakat ini timbul, pastinya dapat memberikan rasa tenang.

“Intinya pemerintah punya peran mulai dari RT, dan nanti RT inilah yang menyampaikan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak memamahami. Secara spesifik, Gugus tugas ini protapnya sampai RT agar jalur kominikasi memberikan pemahaman sampai ke seluruh lapisan masyarakat,”terangnya.

Ia pun berharap, informasi yang disampaikan tidak hanya sekedar diumumkan sekali saja, karena belum tentu semua masyarakat medapatkan informasinya. Ditambah juga melalui media, karena peran teman-teman dari media sangat besar membantu pemerintah dalam memberikan penjelasan atau pemahaman kepada masyarakat.

Kemudian, masyarakat harus mengikuti apa yang disarankan pemerintah. Pada saat pemerintah sedang berupaya mengatasi masalah pandemic Covdi-19, masyarakat harus pro aktif dalam upaya mendorong, mengawasi dan menjalankan upaya pemerintah dalam memutus penyebaran wabah Covid-19.

 “Semua lapisan masyarakat, memiliki peran membantu pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang belum paham. Masalah ini sudah jadi kewajiban kita semua menjaga diri dari wabah virus Covid-19, yakni mulai melakukan pola hidup bersih dan sehat serta saling menjaga antar warga,”pungkasnya.

Loading...