Ini Kata DAMAR Terkait Kasus Pelecehan Seksual Oknum Kades di Lamsel

  • Bagikan
Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)

Zainal Asikin I Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN—Lembaga Advokasi Perempuan (LAP) DAMAR Lampung meminta penyidik Subdit IV Renakta (Remaja anak dan wanita) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung segera memproses kasus dugaan pelecehan seksual oknum Kepala desa Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan berinisial BAP yang telah dilaporkan beberapa waktu lalu.

Dugaan kasus pelecehan seksual tersebut telah dilaporkan oleh korban RF (20) didampingi Lembaga Advokasi Perempuan (LAP) DAMAR Lampung ke Polda Lampung. Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi (LP) nomor : LP/B-540/III/2021/LPG/SPKT Polda Lampung tertanggal 31 Maret 2021.

Korban melaporkan tentang peristiwa Pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP Pasal 289 KUHP. Dalam laporan itu diterangkan, dari bulan Juli 2020 hingga Februari 2021 korban Ririn mengalami tindakan pelecehan seksual dilakukan terlapor oknum Kepala desa (Kades), Bagus Adi Pamungkas di Kantor Desa Rawa Selapan dan di mobil ambulan desa.

Mewakili Direktur Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR Lampung, Meda selaku pendamping korban RF saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya meminta agar kasus dugaan pelecehan oknum Kades Rawa Selapan tersebut segera diproses oleh penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung.

“Kami (DAMAR) berharap, penyidik segera memproses kasus dugaan pelecehan seksual oknum Kades Rawa Selapan tersebut,”ujarnya kepada teraslampung.com, Rabu (28/4/2021).

Selain itu, kata Meda, pihaknya meminta kepada pihak kepolisian terbuka dalam proses penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual oknum Kades tersebut. Menurutnya, publik juga berhak tahu hasil penyelidikan yang dilakukan terhadap kasus tersebut.

“Kami sangat yakin dan optimis, kasusnya bisa diproses secara hukum apalagi ini menyangkut pejabat publik walau hanya Kades semestinya pengayom bagi warganya, bukan justru memanfaatkan jabatan dan kekuasaannya dan ini juga sebagai pembelajaran bagi para pemangku kekuasaan,”ungkapnya.

Dikatakannya, sampai saat ini pihaknya belum mendapat informasi lanjutan dari penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrim Polda Lampung mengenai progres kasus tersebut terkait berapa saksi yang sudah diperiksa begitu juga mengenai terlapor apakah sudah dilakukan pemanggilan pemeriksaan atau belum.

“Informasi sementara yang kita dapat dari penyidik, katanya baru empat saksi yang sudah diperiksa. Untuk terlapor oknum Kades, sampai saat ini kami belum dapat informasinya sudah diperiksa atau belum. Tapi yang jelas, kami (DAMAR) akan terus mengawal kasus tersebut,”tandasnya.

Diketahui sebelumnya, seorang oknum Kepala desa (Kades) di Lampung Selatan di wilayah Kecamatan Candipuro berinisial BAP, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap RF (20) yang tidak lain adalah staf desanya. Aksi pelecehan seksual tersebut, diduga dilakukan di kantor desa dan di mobil ambulan desa.

Mencuatnya dugaan pelecehan seksual tersebut, setelah RF menceritakan kejadian yang dialaminya ke kerabatnya dan munculnya pemberitaan di media. Sejak saat itulah menjadi ramai perbincangan warga masyarakat desa Rawa Selapan, dan warga desa lainnya di Kecamatan Candipuro.

Tidak hanya itu saja, atas perbuatan tidak terpuji yang diduga dilakukan oknum Kades terhadap staf kantor desanya, menjadi keresahan publik khususnya warga desa setempat lantaran aksi pelecehan seksual itu dilakukan di Kantor desa yang notabenenya sarana pelayanan publik masyarakat serta dilakukan di mobil ambulan desa.

Masyarakat desa Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro menginginkan permasalahan itu diproses hukum untuk dapat mengungkap kebenarannya. Korban RF banyak mendapat dukungan dari kerabat dan masyarakat desa. Mereka memberikan dukungan, agar RF dan keluarganya kuat dan jangan takut mengungkap kebenaran.

Kemudian korban RF didampingi kerabatnya mendatangi Polres Lampung Selatan di bagian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), namun sayangnya keterangan RF kurang mendapat tanggapan responsif dari petugas.

Selanjutnya, korban RF bersama keluarganya dan didampingi Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR Lampung, melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual oknum Kades tersebut ke Polda Lampung pada tanggal 31 Maret 2021 lalu.

Pasca pelaporan itu, penyidik Subdit IV Renakta melakukan pemanggilan terhadap staf desa Rawa Selapan yakni Kaur Pemerintahan, Kaur Kesra sebelumnya sebagai sopir ambulan desa, Sekretaris desa (Sekdes) dan Kaur Keuangan untuk dimintai keterangannya, pada Senin (19/4/2021) lalu.

Keesokan harinya, Selasa (20/4/2021), penyidik Subdit IV Renakta melakukan pemanggilan terhadap korban RF untuk dimintai keterangan dan menyerahkan barang bukti. Dalam pemeriksaan itu, korban RF didampingi ayahnya serta satu orang kerabatnya.

Informasi yang diterima teraslampung.com, kasus dugaan pelecehan seksual oknum Kades Rawa Selapan tersebut, selain sopir ambulan desa (Kaur Kesra) yang diduga mengetahui aksi bejat yang dilakukan oknum Kades terhadap korban RF, Sekdes itu juga dikabarkan mengetahui menegenai kejadian itu.

  • Bagikan