Beranda News Nasional Ini Kata JK Soal Kekuatan Ekonomi yang Bisa Mengontrol Politik

Ini Kata JK Soal Kekuatan Ekonomi yang Bisa Mengontrol Politik

48
BERBAGI
Wapres Jusuf Kalla mengenakan pakaian adat Lampung ketika menghadiri acara penutupan Silaknas ICMI di Bandarlampung, Sabtu, 8 Desember 2018.
Wapres Jusuf Kalla mengenakan pakaian adat Lampung ketika menghadiri acara penutupan Silaknas ICMI di Bandarlampung, Sabtu, 8 Desember 2018.

TERASLAMPUNG.COM — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, tidak sedikit para pelaku ekonomi terlibat dalam kegiatan politik di suatu daerah atau negara.

“Sebenarnya, di belakang politik itu ada penguasaan ekonomi yang kemudian mengontrol politiknya. Itu terjadi dimana-mana, bukan hanya di sini, di Amerika juga lobi-lobi politik oleh para pengusaha itu besar sekali pengaruhnya dalam pengambilan keputusan pemerintahan,” ujar Kalla saat menutup Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad ke-28 Ikatan Cendekiawan Musim Indonesia di (ICMI) di Universitas Bandarlampung (UBL),  Lampung, Sabtu siang (8/12/2018).

JK tidak mengungkap secara rinci soal keterlibatan pelaku ekonomi dalam mengontrol politik. Ia kemudian mengingatkan agar ICMI  tidak terlalu mengutamakan pembahasan politik, tetapi lebih memperkuat bidang-bidang keilmuan untuk menjawab persoalan bangsa saat ini.

“ICMI ini harus memperkuat kelompok-kelompok keilmuan. Siapa yang bicara tentang teknologi, tentang sosial, tentang ekonomi, tentang kewirausahaan. Kelompok-kelompok itu yang harus diperkuat ICMI. Karena kalau tidak, maka pertemuan-pertemuannya akhirnya menjadi pertemuan politik, siapa dukung siapa, (paslon) nomor satu atau nomor dua,” kata Wapres.

Menurut JK, jika ICMI terlalu banyak membahas politik persoalan perekonomian, teknologi di Tanah Air akan tertinggal dan dikesampingkan khususnya selama tahun politik jelang Pemilu.

Akibatnya, kegiatan perekonomian akan terus dikerjakan oleh kalangan pengusaha tanpa ada regenerasi.

“Akhirnya, tiap kali mau pemilu, mau pilkada, semua menghadap atau meminta dukungan atau restu daripada mereka yang menguasai ekonomi. Akhirnya, setelah menang politiknya, kadang-kadang ada daerah yang mengendalikan itu yang punya ekonomi (uang),” jelas Wapres.

Oleh karena itu, Wapres berharap organisasi kemasyarakatan yang melibatkan para cendekia harus dapat melihat persoalan bangsa secara luas.

“Kita hanya bisa membawa kesejahteran dan kemakmuran itu apabila kita dapat menguasai ekonomi, teknologi dan politik secara bersamaan. Mari sama-sama kita kembali bahwa penguasaan di bidang ekonomi, teknologi itu harus menjadi bagian utama daripada pembicaraan ini,” ujarnya.

Loading...