Beranda News Nasional Ini Kata Ketua AJI Soal Medali Kemerdekaan Pers untuk Jokowi

Ini Kata Ketua AJI Soal Medali Kemerdekaan Pers untuk Jokowi

130
BERBAGI
Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ketua PWI Atal Sembiring Depari serta Penanggung Jawab HPN 2019 Margiono bersiap-siap memukul tongtong alat musik Madura saat puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 9 Februari 2019. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

TERASLAMPUNG.COM — Medali kemerdekaan pers yang diberikan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019 kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi menuai kritik.

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pusat atau AJI Indonesia, Abdul Manan, mengatakan pemberian penghargaan pers kepada Jokowi harus melihat pertimbangan atau indikator yang objektif.

“Sebab, itu akan memengaruhi kredibilitas medalinya. Kalau medali diberikan dengan argumentasi yang tidak kuat, maka pemberian medali akan dipertanyakan,” kata Ketua AJI Indonesia Abdul Manan, Minggu 10 Februari 2019.

Manan berpendapat, sebenarnya ada tiga indikator yang bisa digunakan untuk mengukur antara kebebasan pers dengan pemerintah. Yakni, indikator hukum, politik, dan ekonomi. Jika tiga poin dalam indikator itu sudah bisa dirasakan oleh para jurnalis, maka pemerintah yang mewujudkannya berhak mendapat penghargaan atau medali tersebut.

Nyatanya, kata Abdul Manan, AJI melihat sampai sekarang pemerintah belum bisa memenuhi tiga poin indikator tersebut.

Redaktur Tempo itu kemudian mencontohkan dari aspek hukum. Dari 10 kasus pembunuhan terhadap jurnalis, baru satu orang yang menjadi dalang atau otak pembunuhan yang dieksekusi.

“Baru kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali, AA Narendra Prabangsa yang pelakunya dihukum. Sedangkan yang lain belum bisa diselesaikan oleh pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pers Yosep “Stanley” Adi Prasetyo menyerahkan medali kemerdekaan pers kepada Presiden Jokowi pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya, Sabtu.

“Kami ucapkan selamat dan merupakan bagian dari apresiasi kepada Presiden yang sangat berperan di dunia pers selama ini,” kata Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo, yang menyerahkan medali tersebut kepada Presiden, dalam sambutannya.

Medali kemerdekaan pers adalah penghargaan tertinggi dari masyarakat pers kepada perorangan atau lembaga yang dinilai berjasa besar bagi pers.

Presiden Jokowi mengaku bangga menerima penghargaan tersebut. Ia mengatakan pemerintah selama ini menjamin kemerdekaan dan kebebasan pers, termasuk menerima segala kritik konstruktif sebagai bentuk kontrol sosial.

“Saya juga mengajak pers terus meneguhkan jati dirinya sebagai sumber informasi yang akurat dan terpercaya, serta selalu meneguhkan jati dirinya untuk tetap mengedukasi masyarakat,” katanya.

Penanggung Jawab HPN 2019 Margiono mengungkapkan alasan penganugerahan medali tersebut. Penghargaan medali Kemerdekaan Pers itu diberikan kepada pejabat tertinggi di negara ini, karena dianggapnya tidak pernah mencederai kebebasan pers.

“Apresiasi ini diberikan kepada pejabat tertinggi di negeri ini lantaran tidak pernah mencederai kemerdekaan pers di negeri ini. Sehingga kemerdekaan pers tetap sehat, positif, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Margiono.

Kritik atas pemberian penghargaan itu juga disampaikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Ia menganggap pemberian penghargaan kemerdekaan pers kepada Jokowi dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional di Surabaya perlu dikritik. Menurut dia, banyak peristiwa yang bertolak belakang dengan penghargaan itu.

“Penghargaan terjadi di tengah kembali maraknya fenomena blackout untuk berita-berita yang dinilai bisa merugikan penguasa,” kata Fadli dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 9 Februari 2019. Ia merujuk pada pemberitaan acara Reuni Alumni 212 di Monumen Nasional akhir tahun lalu.

Kritik juga sampaikan sejumlah anggota AJI kepada Ketua Dewan Pers yang memberikan medali kemerdekaan pers kepada Presiden Jokowi.

Ketua Majelis Etik Nasional AJI, Syofiardi Bachyul Jb, mengonfirmasi alasan Yosep Adi Prasetyo menyerahkan medali tersebut.

Yosep Adi Prasetyo yang juga anggota AJI itu mengaku, medali itu bukan diberikan oleh Dewan Pers. Menurutnya, itu adalah medali panitia Hari Pers Nasional (HPN).

Menurutnya, ia didaulat oleh Ketua HPN yang juga mantan Ketua PWI Pusat dan Ketua Dewan Pers, Margiono, untuk menyerahkan medali dari panitia HPN kepada Presiden Jokowi.

Tempo.co | DBS

Loading...