Beranda News Pilpres 2019 Ini Kata Pengamat Soal KPU Batal Fasilitasi Penyampaian Visi-Misi Capres

Ini Kata Pengamat Soal KPU Batal Fasilitasi Penyampaian Visi-Misi Capres

136
BERBAGI
Direktur Ekskutif Indonesian Public Isnstitute (IPI) Karyono Wibowo
Direktur Ekskutif Indonesian Public Isnstitute (IPI) Karyono Wibowo

TERASLAMPUNG.COM — Sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang batal memfasilitasi penyampaian visi misi pasangan capres disayangakan oleh Direktur Eksutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo.

Menurutnya penyampaian visi misi capres yang seharusnya dikedepankan agar masyarakat mengetahui arah pembangunan yang akan dilaksanakan pada lima tahun ke depan.

“Penyampaian visi misi justru sangat substansial dan penting dalam pertarungan politik modern. Karenanya penyampaian visi misi seharusnya mendapat porsi terbesar dalam tahapan pemilu. Setiap paslon perlu menyampaikan visi misi dan menjabarkannya dalam bentuk program dan proyeksinya yang akan dilaksanakan dalam 5 tahun ke depan,” katanya, Minggu (6/1)

Selain itu dia juga mengkritisi KPU yang membuat peraturan debat dengan menyerahkan pertanyaan ke kandidat seminggu sebelum pelaksanaan.

“Ini membuat acara debat capres kehilangan daya tarik. Ibarat ujian, KPU ibarat dosen lebih memilih ujian “open book”. Hal ini bisa menurunkan animo masyarakat untuk menyaksikan acara debat -yang dalam beberapa tahun ini acara debat dipandang penting oleh masyarakat. Setidaknya, ada trend kenaikan minat orang untuk menyaksikan acara debat. Ini merupakan indikator positif kemajuanpolitik modern di Indonesia.”

Karyono Wibowo juga menilai sejak masa kampanye selama kurang lebih 3 bulan ini justru ruang publik ini dipenuhi dengan caci maki antar pendukung.

“Masyarakat dijejali dengan informasi hoax, hate speech dan propaganda yang berbau sarkastik yang membuat pemilu nyaris kehilangan substansi,” katanya.

Dandy Ibrahim

Loading...