Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Ini Kata Petinggi Kodam Sriwijaya Soal Program TMMD di Lampung Utara

Ini Kata Petinggi Kodam Sriwijaya Soal Program TMMD di Lampung Utara

201
BERBAGI
Suasana pertemuan rombongan Kodam II/Sriwijaya dengan Kodim 0412 Lampung Utara membahas perkembangan TMMD, Senin, 15 Juli 2019.
Suasana pertemuan rombongan Kodam II/Sriwijaya dengan Kodim 0412 Lampung Utara membahas perkembangan TMMD, Senin, 15 Juli 2019.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi — ‎Komando Daerah Militer II/Sriwijaya menilai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMD) ke-105 yang sedang dilakukan oleh prajurit TNI di Desa Batunangkop, Sungkai Tengah, Lampung Utara berjalan sesuai harapan.

Pernyataan ini d‎isampaikan oleh Asisten Teritorial (Aster) II Kodam II/Sriwijaya, Kolonel Inf. Rionaldo saat ‎menyambangi Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0412 Lampung Utara (Lampura), Senin (15/7/2019). Kedatangan rombongan Kodam II ini disambut oleh Komandan Kodim 0412 Lampung Utara, Letkol Inf Krisna Pribudi.

“Secara garis besar, Aster menganggap‎ pelaksanaan sudah cukup baik,” kata Kapten Inf. Harpian Sari.

Harpian menjelaskan, tujuan kedatangan rombongan Kodam ini tak lain hanya untuk meninjau pelaksanaan dan perkembangan program TMMD ke-105 di Lampung Utara. ‎Pelbagai pengerjaan pembangunan fisik masih terus dilakukan supaya dapat selesai tepat waktu.

“TNI dibantu warga dan pihak lainnya masih terus mengerjakan pelbagai pembangunan ‎fisik agar selesai sesuai target,” terangnya.

Program TMMD ke-105 di Desa Batunangkop‎, Sungkai Tengah secara resmi dibuka oleh Bupati Agung Ilmu Mangkunegara, Rabu (10/7/2019). Meski baru dibuka pada hari itu, namun pengerjaan TMMD sudah dimulai jauh – jauh hari sebelumnya.

Adapun sasaran fisik TMMD ini meliputi, pembukaan jalan baru sepanjang 2,2 km, Pembuatan Box Culvert ukuran 2×6 m, Pembuatan Gorong-Gorong Buis Beton ukuran 60 cm sebanyak 8 unit, Rehab Masjid Al-Istiqomah, Pemasangan keramik dan pengecatan gereja GKSBS, Pembuatan MCK dan tempat wudhu di Masjid Mambaul Huda, dan pembuatan talud sepanjang 100 meter.

Sementara sasaran non fisik dalam TMMD meliputi, kegiatan sosial sunatan missal, pelayanan pengobatan missal dan penyuluhan sanitasi, jambanisasi sampai dengan memiliki sertifikasi ODF, pelayanan KB dan penyuluhan program kependudukan KB dan pembangunan keluarga (KKBPK) serta pelayanan pembuatan e-KTP.

Loading...