Beranda News Nasional Ini Kata Seknas Jokowi Soal Penangkapan Romahurmuziy

Ini Kata Seknas Jokowi Soal Penangkapan Romahurmuziy

342
BERBAGI
Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardi
Virtual Product March 2019

TERASLAMPUNG.COM —  Operasi Tangkap Tangan (OTT) Romahurmuzi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tadi pagi di Jawa Timur, Jumat (15/3/2019) mengundang keprihatinan yang mendalam dari berbagai organisasi relawan Jokowi. Salah satunya datang dari Seknas Jokowi.

Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardi menyampaikan turut prihatin atas penangkapan Ketua Umum PPP tersebut.

“Sebaiknya kita menggunakan prinsip praduga tak bersalah, Rommy diduga melakukan suap di lingkungan Kementerian Agama, hanya lagi-lagi perlu saya sampaikan bahwa prinsip praduga tak bersalah harus dikedepankan,” ujar Dedy di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Dedy mengatakan, di pemerintahan Presiden Joko Widodo menunjukkan bahwa hukum juga tajam ke atas, tidak seperti yang banyak dituduhkan selama ini.

“Selama ini banyak tuduhan diarahka ke pemerintahan Presiden Jokowi bahwa hukum tajam ke bawah tumpul ke atas. Hari ini (OTT Romi) menjadi pembuktian hukum juga tajam ke atas. ini membuktikan bahwa pemerintahan saat ini tidak tebang pilih, dan Jokowi juga tidak mengintervensi aparat penegak hukum,” pungkas advokat ini.

Sementara itu, Wakil Direktur Penggalangan Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin, Tina Talisa, mengatakan kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romy PPP adalah persoalan pribadi yang tak ada sangkut pautnya dengan pemilihan presiden 2019.

“Kami prihatin mendengar kabar tersebut. Kami sangat mendukung konsistensi penegakan hukum, kami meyakini ini kasus pribadi sehingga tidak ada kaitannya dengan pilpres,” ujar Tina di Media Center, Jokowi – Ma’ruf, Jalan Cemara, Jakarta, Jumat 15 Maret 2019.

Tina mengklaim kasus ini merupakan bentuk nyata bahwa presiden dan pemerintah tidak melakukan intervensi hukum. Semua orang termasuk Romy, kata dia, setara di depan hukum.

 

Loading...