Beranda News Obituari Ini Kesan Para Sahabat tentang Arswendo Atmowiloto

Ini Kesan Para Sahabat tentang Arswendo Atmowiloto

382
BERBAGI
Arswendo Atmowiloto (Foto: Tempo.co/Dwianto Nugroho)

TERASLAMPUNG.COM — Arswendo Atmowiloto (70 tahun), penulis produktif yang menghasilkan puluhan karya dalam bentuk buku, meninggal dunia pada Jumat, 19 Juli 2019. Jenazahnya dimakamkan di Sandiago Hills, Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu, 20 Juli 2019.

BACA: Sastrawan-Wartawan Senior Arswendo Atmowiloto Wafat

Generasi yang lahir pada tahun 2000-an mungkin tidak mengenal sosok Arswendo. Namun, bagi generasi yang lahir pada tahun 60-an hingga 1980-an, Arswendo bukanlah nama asing. Terutama adalah generasi yang pada era itu melek baca dan hobi membaca majalah remaja seperti HAI. Arswendo adalah nakhoda majalah HAI.

Majalah HAI rutin menerbitkan aneka cerita pendek dan cerita bersambung yang digemari para remaja. Majalah itulah yang melahirkan sejumlah penulis terkenal seperti Gola Gong, Hilman Hariwijaya, Kurnia Effendi, dan Zara Zettira ZR.

Untuk kehebatan Arswendo menemukan dan melahirkan penulis ternama, sudah banyak yang memberikan kesaksian. Pensiunan wartawan Kompas, Irwan Julianto, misalnya, menyebutkan bahwa Arswendo adalah seniman yang komplit.

“Arswendo adalah pesohor yang komplit. Ia berjasa menemukan dan membesarkan calon-calon penulis menjadi penulis-penulis ternama,” katanya.

Selain menggawangi majalah HAI, Arswendo juga rajin menulis cerita. Beberapa cerita bersambungnya antara lain dimuat di Kompas. Ceritanya yang diterbitkan menjadi buku dan kemudian sukses menjadi sinetron dan kemudian diangkat ke layar lebar adalah Keluarga Cemara. 

Karena master di bidang mengarang, buku Mengarang Itu Gampang karya Arswendo pun menjadi bestseller. Buku tersebut bukan hanya menjadi bacaan wajb para calon pengarang di Indonesia, tetapi juga mengisi rak buku di perguruan tiinggi yang memiliki jurusan sastra atau jurusan Bahasa Indonesia.

Selain piawai menulis, Arswendo juga memiliki talenta komunikasi yang sangat bagus. Itulah sebabnya, hingga menjelang akhir hayatnya, ia menjadi narasumber penting para wartawan cetak maupun televisi untuk isu-isu kebudayaan. Pandangan Arswendo tentang fenomena kebudayaan kerap berbeda dengan pandangan pengamat lain. Itu karena ia memiliki sudut pandang yang berbeda, pandangan seorang master yang berpeluh dengan masalah kesenian dan kebudayaan sejak belia.

Yang menarik, meskipun tergolong master di dunia jusnalistik dan sastra, Arswendo tetap tampil sederhana. Ia dengan mudah bergaul dengan siapa pun. Ia juga dikenal sebagai sosok yang suka menolong kawan atau kolega. Beberapa sahabat atau penggemar Arswendo yang pernah dibantunya banyak yang memberikan kesaksian setelah pria asli Solo itu meninggal dunia.

Sosok yang pernah dibantu Arswendo misalnya adalah aktor Butet Kertajasa. Di akun Facebook miliknya Butet menulis: “NAIK SORGA ITU MUDAH. Pak Ndo, selamat jalan menuju sorga. Lalu di sana berumahtangga bersama Tuhan. Siapa tahu sorga itu memang ada beneran.

Pergi ke sana itu gampang. Nggak usah tegang. Nggak kenceng2. Tanpa amuk, nir marah2. 

Bisa juga dengan canda. Sambil bercanda. Pasti sorga tambah seru. Apalagi sepanjang hidupmu, kerjaanmu hanya nolongin orang, membantu ribuan orang berubah nasibnya, bahkan orang2 itu kemudian menemukan dirinya, – salah satunya aku yg kala itu anda tolong menjadi manusia. Uasuwok. Selamat jalan, salam buat teman2.”

Ungkapan terima kasih juga dilakukan pedangdut Inul Daratista melalui akun Instagram. Menurut Inul, Arswendo Atmowiloto adalah salah satu orang yang menyemangatinya untuk kuat menjalani hidup di ibukota.

Apalagi, kata Inul, saat itu kemunculannya dengan goyang ngebor, Inul sempat mendapatkan tentangan dari penyanyi dangdut senior Rhoma Irama.

“Engkau salah satu orang yang bisa membuat aku akhirnya berjuang kuat bertahan di Jakarta. Karena idemu juga aku bisa punya rumah megah di Pondok Indah,” tuturnya.

Inul juga mengaku bersyukur karena bisa dibuatkan sinetron tentang perjalanan kehidupannya oleh Arswendo, yaitu sinetron bertajuk “Kenapa Harus Inul”.

“Banyak cerita di sana kau buat untukku,  banyak ilmu yang engkau berikan padaku,” kata Inul.

TL/Dewi Ria Angela

Loading...