Beranda Pendidikan Kampus Ini Kritik Himatika Soal Mahasiswa UM Kotabumi Wajib Masuk IMM

Ini Kritik Himatika Soal Mahasiswa UM Kotabumi Wajib Masuk IMM

545
BERBAGI
Ketua Umum Himatika UMKO, Deni Kurniawan
Ketua Umum Himatika UMKO, Deni Kurniawan

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) di Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), Lampung Utara menilai kebijakan ‘pembatasan’ organisasi kemahasiswaani yang dikeluarkan oleh Rektor UMKO berpotensi mengekang kebebasan mereka dalam berorganisasi.

‎”Pembatasan organisasi bagi mahasiswa UMKO selain Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sangat tidak bijaksana,” kata Ketua Umum Himatika, Deni Kurniawan, dalam rilis yang diterima oleh Teraslampung.com, Senin malam (29/10/2019).

Menurut Deni, dasar kebijakan ini ialah surat edaran Rektor UMKO dengan nomor 265/EDR/II.3.AU/D/2019 ‎tertanggal 28 Oktober 2019. Secara tersirat, surat edaran itu ‘mewajibkan’ mahasiswa untuk tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menutup peluang untuk tergabung ke dalam organisasi kemahasiswaan di luar IMM.

‎”Kebijakan ini sama saja menutup peluang mahasiswa UMKO lainnya untuk bergabung dengan organisasi selain IMM,” paparnya.

Selain‎ menyoroti persoalan itu, Deni juga menyoroti seputar ancaman sanksi bagi mahasiswa yang mendapat beasiswa jika tidak mengikuti pengkaderan IMM seperti yang dituangkan dalam surat edaran tersebut. Sebab, beasiswa itu merupakan prestasi individu dan sama sekali tidak berkaitan dengan organisasi.

“Ancaman sanksi ini mengekang kebebasan mahasiswa untuk berkarya dan berkembang dalam berorganisasi,” tuturnya.

Kebijakan ini harus dihentikan dan terbilang tidak mendesak atau layak untuk didiskusikan. Misalnya, diskusi seputar seperti Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.

“Diskusi Permen ini lebih seksi untuk dibicarakan ketimbang pengekangan terhadap mahasiswa yang baru mau berkembang,” tegas dia.‎

Di sisi lain, Rektor UMKO, Sumarno membantah jika telah melarang mahasiswa UMKO untuk bergabung dengan organisasi selain IMM. Kendati demikian, ia mengakui bahwa mahasiswa UMKO wajib aktif dalam IMM.

“Tidak benar itu, yg benar mahasiswa UMKO wajib aktif di IMM. (Dan saya kira) Itu sudah sangat jelas menyatakan kewajiban, bukan larangan,” tulisnya melalui aplikasi Whatsapp.