Beranda Hukum Kriminal Ini Kronologi Gadis ABG di Natar Membunuh Saingannya dalam Urusan Asmara

Ini Kronologi Gadis ABG di Natar Membunuh Saingannya dalam Urusan Asmara

1943
BERBAGI
Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno saat bertakziah di rumah almarhum Bunga Fikalia (17) korban pembegalan,Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno saat kunjungi rumah korban pembegalan di Natar, Lampung Selatan, Selasa (4/4/2017).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Pemeriksaan terhadap Ir (17), gadis tersangka pembunuh Bunga Fikalia (17), menungungkap fakta mengejutkan. Ternyata Ir dan empat kawannya yang semuanya berusia 17-an tahun dan putus sekolah tidak hanya melenyapnya nyawa pesaingnya dalam urusan cinta. Bunga juga dibunuh secara sadis: saat korban masih duduk di atas sepeda motor.

Layaknya begal profesional, Ir dan kawanp-kawannya juga pintar menghilangkan jejak seolah-olah Bunga memang korban pembegalan sepeda motor. (BACA: Diduga Korban Begal, Putri Penjual Kue Tewas Mengenaskan)

Menurut Kasubdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Ferizal, pembunuhan Bunga dilatarbelakangi dua motif: Ir sakit hati karena Bunga dekat dengan pacarnya dan pembegalan.

“Pelaku utama dalam kasus ini adalah Ir dan Fa. Ir sebagai otak kejahatan atau dalang, sedangkan Fa sebagai eksekutor. Fa kini masih dalam pengajaran polisi,” kata Ferizal kepada Teraslampung.com, Jumat (7/4/2017).

Berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka yang sudah ditangkap, kata Ferizal, pembunuhan  berawal saat tersangka Fa (buron) dan Ilham alias Taweng menemui tersangka Ir di salah satu kolam ikan yang menjadi tempat mereka bermain di daerah Natar, Lampung Selatan.

Di tempat tersebut, Fa curhat kepada Ir kalau dirinya sedang membutuhkan uang dalam jumlah besar. Rencananya, uang tersebut akan digunakan untuk menggurkan kandungan pacarnya yang saat ini kondisi sedang hamil di luar nikah.

“Fa meminta kepada Ir mencarikan korban siapa yang bisa dibegal sepeda motornya, niatnya agar dapat uang cepat agar bisa gugurkan kandungan pacarnya,”ungkapnya.

Kemudian, kata Ferizal, tersangka Ir menyebutkan ada korban yang bisa dibegal, namanya Bunga. Tersangka Ir mengusulkan korbannya Bunga, lantaran rasa sakit hatinya terhadap korban.

Mereka menyusun rencana  membegal Bunga. Saat itu datang tersangka An, Sa dan Taweng. Mereka mengetahui aksi yang direncanakan Ir bersama Fa dan rencana tersebut mereka jalankan.

“Tersangka Ir memiliki dendam dengan Bunga, karena Er cowoknya Ir ini sedang menjalin hubungan asmara dengan Bunga,”terangnya.

BACA: Lima Begal Pembunuh Putri Penjual Bunga Diringkus Polda Lampung

Tersangka Ir menghubungi Bunga melalui ponselnya, dengan alasan meminta tolong kepada Bunga untuk membantu temannya yang sepeda motornya kehabisan bensin di daerah Jati Agung, Lampung Selatan. Setelah menaruh kelapa untuk di parut di Pasar Natar, Bunga pergi menjemput Ir di kolam ikan di daerah Natar.

Bunga dan Ir pergi bersama dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat, menuju kearah Trikora, Jati Agung, Lampung Selatan. Ketika sampai di tempat tersebut, sudah menunggu tersangka Fa dan An di sebuah jembatan dan mereka pura-pura sepeda motornya kehabisan bensin.

“Tersangka Fa sempat mengajak Bunga, masuk ke dalam kebun karet untuk menemaninya. Fa berniat akan menghabisi Bunga di dalam kebun karet itu, Bunga menolak dan tidak mau ikut akhirnya tidak jadi,”ungkapnya.

Karena aksi pertama gagal, sambung Ferizal, lalu mereka pergi dari tempat tersebut. Bunga membonceng Fa, sementara An naik motor bersama Ir. Ditengah perjalanan, mereka berhenti ganti posisi. Fa meminta Ir untuk ikut naik motor bersamanya bonceng tiga. Tersangka Ir naik motor membonceng Bunga berada ditengah dan Fa paling belakang. Sedangkan tersangka An, mengendarai motor sendiri.

“Saat itulah, Fa mengeluarkan senjata tajam dan langsung merobek perut Bunga hingga ususnya terburai dari belakang. Ir juga ikut menusuk bahu Bunga, lalu mereka membuah tubuh Bunga di pinggir jalan dan membawa kabur sepeda motor Bunga,”jelasnya.

Dikatakannya, taklama kemudian, Taweng dan Sa datang ke tempat tersebut, keduanya mengetahui adanya kejadian tersebut melihat Bunga tewas bersimbah darah. Lalu Taweng dan Sa, kabur meninggalkan tempat lokasi kejadian tersebut.
“Barang bukti yang disita, pakaian milik korban dan pelaku, sebilah senjata tajam pisau, tiga unit ponsel dan uang Rp 48 ribu. Sementara untuk sepeda motor milik korban, masih dalam pencarian,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bunga Fikalia (17) warga Dusun Sukarame, Natar, Lampung Selatan, ditemukan tewas bersimbah darah hingga usus terburai di Dusun Karang Indah, Desa Karang Nayar, Jati Agung, Lampung Selatan, Senin (3/4/2017) malam sekitar pukul 17.30 WIB.

Ditubuh korban, ditemukan beberapa luka bacokan senjata tajam, korban tewas ditangan komplotan begal. Karena sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban, sampai saat ini belum ditemukan.

Jasad korban pertamakali ditemukan oleh petugas kepolisian setempat, yang saat itu sedang melintas di jalan tersebut. Selanjutnya, jasad korban dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara.