Beranda News Nusantara Ini Kronologi Kerusuhan dan Pembakaran Bangunan Rutan Kabanjahe

Ini Kronologi Kerusuhan dan Pembakaran Bangunan Rutan Kabanjahe

295
BERBAGI
Bangunan Rutan Kabanjahe, Sumatera Utara, ludes, Rabu (12/2/20), setelah terjadi kerusuhan di rutan tersebut. Foto: Ist

TERASLAMPUNG.COM — Kerusuhan terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe, Sumatera Utara, Rabu siang, 12 Februari 2020. Kerusuhan yang dipicu penolakan narapidana saat petugas melakukan razia narkoba di sel tahanan berujungnya pada terbakarnya bangunan rutan. Para napi dan tahanan dievakuasi ke Polres Kabanjahe.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Kabag Humas Ditjen PAS) Rika Aprianti menjelaskan, kronologi kerusuhan.

“Kerusuhan pecah pertama kali, Rabu (12/2) pukul 12.00 WIB. Pemantik kejadian lantaran ada oknum Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tidak terima atas upaya pemberantasan narkoba di dalam rutan,” kata Kepala Bagian Humas Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Kabag Humas Ditjen PAS) Rika Aprianti, dalam keterangan tertulis, Rabu petang.

Sebelum pecah kerusuhan dan berujung pembakaran, para narapidana  berteriak-teriak dari dalam blok kamar hunian. Lalu petugas Rutan Kabanjahe berupaya menenangkan narapidana. Namun, para napi malah menyerang pertugas rutan.

“Rusuh pun tak terelakan. Narapidana bergerak ke depan arah gedung perkantoran dan membakar gedung perkantoran,” katanya.

Sebelumnya, petugas Rutan sudah menggelar penggeledahan kamar hunian para napi, sejak Rabu (8/1).

Pada saat itu, kata Rika, petugas menemukan narkoba jenis sabu seberat 30 gram milik empat orang napi. Selanjutnya empat napi sudah ditetapkan sebagai tersangka. Lalu ditahan di Polres Tanah Karo.

“Petugas Rutan Kabanjahe juga terus melakukan penggeledahan kamar Napi untuk mencegah peredaran narkoba di dalam rutan. Kepala Rutan Kabanjahe hampir setiap hari melakukan penggeledahan kamar hunian WBP. Pada Selasa (11/2) empat orang napi yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tanah karo dikembalikan ke Rutan Kelas IIB Kabanjahe,” katanya.

Empat orang napi tersebut,  kata Rika, justru memprovokasi napi lain untuk menentang penggeledahan yang dilakukan petugas rutan bersama Kepala Rutan Kelas IIB Kabanjahe.

Pada Rabu (12/2) sekitar pukul 12.00 WIB, napi di Rutan Kabanjahe terprovokasi melakukan perlawanan  kepada petugas rutan.Mereka membakar gedung perkantoran Rutan Kelas IIB Kabanjahe.

“Mereka menolak  penggeledahan mencegah narkoba beredar di dalam rutan,” jelasnya.

Usai aksi pembakaran sejumlah gedung Rutan Kabanjahe, petugas mengamankan kondisi Rutan Kabanjahe.

Rika menjelaskan petugas pemadam kebakaran telah memadamkan kebakaran. Namun, proses pemadaman tidak berlangsung mudah karena ada perlawanan para napi dari dalam. Para napi melempari para pemadam kebakaran dengan benda-benda keras agar proses pemadaman terhambat.

“Terpantau ruangan yang terbakar. Yaitu ruang pelayanan tahanan dan ruang staf pengamanan,” jelasnya.

Menurut Rika, anggota TNI batalyon 125 Simbisa, Polres Tanah Karo, dan petugas Rutan Kabanjahe juga sudah melakukan evakuasi narapidana.

“Melalui tembok ke rumah dinas Kepala Rutan Kabanjahe. Selanjutnya para narapidana dievakuasi ke Polres Tanah Karo,” kata Kabag Humas Ditjen PAS Rika Aprianti.

Tidak ada korban jiwa dalam kerusuhan tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup banyak mengingat banyaknya bangunan rutan yang ludes terbakar.

Loading...