Beranda Hukum Kriminal Ini Kronologi Penembakan Bharada Jefri dan Penangkapan Empat Tersangka Begal Menurut Kapolda...

Ini Kronologi Penembakan Bharada Jefri dan Penangkapan Empat Tersangka Begal Menurut Kapolda Lampung

442
BERBAGI
Kapolda Lampung Brigjen Edward Syah Pernong dalam ekspose kasus penembakan Bharada Jefri Saputra dan penangkapan empat tersangka di Lampung Timur, di Mapolda Lampung, Minggu malam (30/8/2015).

Mas Alina Arifin | Teraslampung

BANDARLAMPUNG — Polda Lampung menangkap empat pelaku  pembegal Jefri  Saputra. Satu orang pelaku tewas Romadon dalam penggerebekan di rumah tersangka di Lampung Timur Pukul 04.30 WIB Minggu dini hari.

Menurut Kapolda Lampung Brigjen Edward Syah Pernong korban Jefri  memergoki pelaku mengambil sepeda motor honda vixion saat keluar dari ATM bank Mandiri di dekat RS Advent.

“Korban  Jefri adalah petugas  bhayangkara anggota Brimob yang meninggal dengan 2 tembakan di dada kiri . Selanjutnya  sepeda motor dibawa pelaku. Kepolisian  langsung pengecekan ke  TKP . Karena  menyangkut anggota Brimob dan  agar jangan ada rasa pada tidak aman pada masyarakat sehingga  diberntuklah Tim Gabungan  dari Polda Lampung dan Polresta Bandarlampung , dengan ketua Direskrimum  dan wakil Kapolresta Bandarlampung,” kata Kapolda Lampung, dalam konferensi pers di Mapolda Lampung,Minggu malam (30/8).

Menurut Kapolda, setelah Tjm Gabungan terbentuk, kemudian dilakukan  langkah pernyelidikan informasi  pelaku dan  setelah itu  melakukan penggerebekan.

Dari  Brimob memberangkatkan tiga tim pada Pukul  04.30 WIB. Tiga tim bersatu. Penangkapan dilakukan di rumah pelaku . Karena rumah keadaannya gelap, dan pelaku melakukan perlawanan maka petugas tentu saja tidak mau ambil risiko.Tindakakan represif pun dilaukan (menembak begal–Red.).

“Pelaku Romadhon  tewas dalam perjalanan ke RS di Lampung. Kami menyita 5 kendaraan untuk lakukan kejahatan,  kunci leter t, senjata api dan barang yang dipakai semuanya mngindentifikasi perbuatanya. Mereka  pelaku Romadon (menginggal)  , lalu  Sudir dan pelaku curatnya dua tersangka lain dan penampung barang barang  sudah  disepakati  ini . Dia (Romadon) sudah 20 kali melakukan perbuatan curat dan residivis kasus Sribawono,” katanya.

Kapolda menjelaskan pelaku juga selain beroperasi di Badarlampung, Jakarta dan Jawa Barat. Mereka tidak satu tim, karena  kadang kadang  menyatu dengan  tim lain kalau ada target dilakukan secara acak/ random karena  punya nyali tidak berlaku niat,  siapapun ada disana langsung  disikat karena  punya senjata.

“Semerntara ini senjata pelaku  masih rakitan dan untuk ditelusuri dulu. Kabareskrim meminta agar kasus ini  diungkap jaringannya,” ujarnya.

Ketika disinggung apakah begal akan ditembak di tempat, Kapolda mengatakan tidak pernah ada perintah tembak di tempat. Tetapi sesuai SOP saja. Anggota sudah tahu apa yang  akan dilakukan.

“Pelaku curat terkait kasus  Bharada Jefri Saputra selesai tapi akan didalami lagi kemungkinan terkait kelompok lainnya.Sementara itu pelaku kasus Metro tidak punya kaitan dengan pelaku ini.”

Tentang peredaran senjata rakitan, Kapolda mengatakan ada beberapa asumsi tentang  masuknya senjata api (ke Lampung) yang akan dikoordinasikan dengan  Polda Sumsel secara terpadu.

Sementara itu, terkait siapa yang menembak Bharada Jefri Saputra, Kapolda mengatakan awalnya Jefri ditembak Sudir. Ketika Bharada Jefri sudah roboh, pelaku bernama  Romadon menembak Bharada Jefri.

Menurut Kapolda, dalam menjalankan aksinya para pelaku mencari korban secara acak dengan sasaran sepeda motor yang punya nilai jual cepat.  Tidak segan-segan pelaku menembak korbannya.

“Seperti kasus yang menimpa Jefri. Ia ditembak karena mengejar pelaku,” katanya.

Oleh karena itu, Kapolda mengimbau kepada masyarakat agar  selain. Menggunakan kunci setang  gunakan juga  double kunci atau kunci rahasia sehingga kendaraan tidak bisa hidup.

Beberapa barang bukti yang ditunjukan Kapolda adalah  helm milik korban Jerfri yang ditinggalkan, baju Jefri yang bersimbah darah, tas punggung warna coklat korban, proyektil peluru  dari tubuh korban, tiga handphone  tersangka, senjata tajam/pisau  tersangka, senjata api, amunisi. baju Iwan, baju Romadon dan  baju Sudir.

“Baju kami sita sama dengan baju yang dipakai tersangka saat melakukan aksinya,” kata Kapolda.

Loading...