Beranda Hukum Kriminal Ini Modus Wartawan Gadungan Memeras Kepala Lapas Narkotika Bandarlampung

Ini Modus Wartawan Gadungan Memeras Kepala Lapas Narkotika Bandarlampung

432
BERBAGI
Tersangka Fadilhaq ditangkap polisi karena memeras Kepala Lapas Narkotika Bandarlampung, Jumat (3/2/2017). Foto: Teraslampung.com

Zainal Asikin| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Fadilhaq, wartawan Tribun Lampung gadungan yang ditangkap petugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Bandarlampung saat berusaha memeras Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Danial Arief, pada Jumat (3/2/2017) siang, mengaku dirinya minta uang kepada Kalapas karena akan ikut pelatihan jurnalistik di Jakarta.

Danial Arief menuturkan, penangkapan Fadilhaq bermula saat dirinya mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, Supriyadi Alfian Jumat siang sekitar pukul 11.00 WIB.

“Fadilhaq yang mengaku sebagai Supriyadi tersebut memaksa meminta dana (uang) ke saya dengan alasan ada kegiatan pendidikan jurnalistik yang digelar di Jakarta,”ujarnya, Jumat (3/2/2017).

Dikatakannya, ia tidak percaya begitu saja dan curiga dengan orang tersebut. Karena orang yang telah menelepon dirinya, bukanlah nomor telepon Supriyadi Alfian.

“Saya juga kan kenal sama Bang Supriyadi. Saya juga punya nomor teleponnya. Saya curiga, orang yang telepon saya kok bukan nomor telepon Bang Supriyadi,”ucapnya.

Bahkan, kata Denial, ia juga sempat menanyakan ke orang tersebut (Fadilhaq), mengenai nomor telepon yang tidak biasanya digunakan. Lalu orang yang mengaku Supriyadi itu, mengaku kalau nomor teleponnya sudah berganti.

“Awalnya Fadilhaq ini, meminta uang dikirim melalui transfer ke nomor rekeningnya. Tapi saya masih tidak percaya, lalu saya menyuruh Fadilhaq yang mengaku sebagai Supriyadi datang ke Lapas,”ungkapnya.

Selanjutnya, orang yang mengaku sebagai Supriyadi ini, mengaku akan mengirim wartawan Tribun Lampung untuk mengambil uang yang dimintanya tersebut ke Lapas. Karena tetap merasa curiga, lalu ia mencoba menghubungi Supriyadi untuk mengklarifikasi mengenai adanya permintaan uang tersebut.

“Saat saya telepon Bang Supriyadi, Bang Supriyadi mengaku tidak pernah menelepon saya apalagi sampai minta uang. Lalu Bang Supriyadi meminta saya untuk menjebak orang yang mengaku sebagai dirinya itu,”terangnya.

Setelah selepas Shlat Jumat, lanjut Denial, orang yang mengaku sebagai wartawan Tribun Lampung datang ke Lapas untuk menemui dirinya. Orang tersebut, bernama Fadilhaq dengan menunjukkan kartu pers bertuliskan Tribun Lampung. Tak lama kemudian, Ketua PWI Lampung, Supriyadi Alfian yang asli datang ke Lapas.

“Saat itulah, Fadilhaq tak bisa berkelit lagi dan mengakui bahwa dialah (Fadilhaq) yang telah menelepon dan mengaku sebagai Supriyadi Alfian dan Fadilhak juga mengakui perbuatannya,”jelasnya.

Saat digeledah, Fadilhaq tidak memiliki kartu identitas (KTP), selain barang bukti kartu pers palsu yang bertuliskan Tribun Lampung dan sejumlah barang bukti belasan kartu sim card. Kemudian, pihaknya melepon Polsek Jatiagung, Lampung Selatan

Ternyata aksi penipuan dan pemerasan yang mencatut nama Media besar di Lampung dan ketua PWI Lampung tersebut, sudah memakan korban dan Korbannya adalah Albram sebagai Kepala Pengamanan Rutan Kelas I Bandarlampung.

Albram mengatakan, bahwa dirinya sudah pernah menyerahkan uang sebesar Rp 2 juta, modus yang digunakannya pun sama dengan mengaku-ngaku sebagai ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian. Kejadian itu terjadi pada Senin (1/2/2017) lalu. Pelaku yang menelepon dirinya, mengaku sebagai Supriyadi Alfian dan meminta uang.

“Dia (pelaku), memerintahkan orang namanya Welly dan katanya pelaku itu mengaku orang suruhan Supriyadi dan minta uang. Katanya uang itu, untuk pelatihan jurnalistik. Saya berikan uangnya, karena saat itu saya percaya begitu saja,”kata Albram.

Albram menuturkan, bahkan aksi penipuan tersebut akan terjadi lagi untuk kali keduanya, pada Jumat kemarin dan orang yang mengaku sebagai salah satu ormas kembali hendak menipu dirinya.

“Tapi untungnya, saya tahu persis yang melepon sama dengan suara yang mengaku sebagai ketua PWI Lampung, Dia bilang namanya Padil,”ungkapnya.

Dikatakannya, Fadilhaq wartawan gadungan dan mengaku sebagai Ketua PWI Lampung ini, merupakan mantan narapidana kasus penipuan yang pernah mendekam di Rutan Way Huwi.

Dari hasil pengembangan usai menangkap tersangka Fadilhaq, petugas Polsek Jatiagung berhasil menangkap dua pelaku lainnya yakni Welly dan Rusdi yang merupkan komplotan jaringan tersangka Fadilhaq mengaku-ngaku sebgai wartawan. Penangkapan ketiga tersangka tersebut, dibenarkan oleh Kapolsek Jatiagung, Lampung Selatan, Iptu Timur Indrawan saat dikonfirmasi melalui ponselnya kepada teraslampung.com.

”Ya benar, usai menangkap tersangka Fadilhaq petugas kembali menangkap dua tersangka yang merupakan kelompok Fadilhaq. Tersangka Welly dan Rusdi, ditangkap Jumat sore tadi saat berada di rumahnya masing-masing,”ungkapnya.

Menurutnya, saat ini ketiga tersangka sedang dilakukan pemeriksaan intensif, untuk mengungkap TKP lain yang dilakukan para tersangka.

Zainal Asikin