Ini Pengakuan Langsung Martini, Warga Banjarsuri Lamsel yang Ditolak 6 Rumah Sakit saat Hendak Bersalin karena Reaktif Covid-19

  • Bagikan
Martini (35), seorang ibu yang sempat ditolak enam Rumah Sakit (RS) saat mau melahirkan beberapa waktu lalu, sembari menggendong bayi yang belum lama dilahirkannya berbincang santai bersama Wakil Ketua DPRD Lamsel, Agus Sarton yang berkunjung di kediamannya di Dusun Rancasadang, Desa Banjarsuri, kecamatan Sidomulyo.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNGSELATAN—Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono,  Minggu (8/8/2021), mengunjungi Martini, warga Dusun Rancasadang, Desa Banjarsuri, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, yang sempat ditolak  enam rumah sakit saat hendak melahirkan karena hasil test antigennya reaktif.

Selain  melakukan silaturahmi, politisi PAN itu juga memberikan bantuan sembako juga dukungan kepada keluarga Martini.

Dalam kesempatan itu, Martini menceritakan mengenai nasibnya yang saat itu sempat ditolak oleh beberapa Rumah Sakit (RS) saat Ia mau melahirkan kepada Wakil Ketua I DPRD Lamsel, Agus Sartono yang menyambangi kediamannya.

Martini pun menyatakan, saat ini kondisinya dalam keadaan baik dan sehat tanpa ada keluhan apapapun baik itu pasca melahirkan, saat menjalani perawatan di RS Airan Raya setelah melahirkan bahkan hingga saat ini kondisinya tetap sehat begitu juga dengan bayi yang dilahirkannya.

“Alhamdulilah pak, kondisi saya dan juga bayi saya ini baik dan sehat semua. Saya ucapkan terima kasih, Pak Agus sudah berkunjung ke rumah saya melihat kondisi saya dan bayi saya ini dan saya benar-benar enggak menyangka bakal dikunjungi sama pak dewan,”kata Martini, Minggu (8/8/2021).

Kepada wakil rakyat itu, Martini mengungkapkan kekecewaannya saat proses persalinannya yang sempat ditolak beberapa Rumah Sakit (RS). Pada saat itu, kata Martini, ia ditemani Ibu mertuanya serta adik iparnya, harus menelan pil pahit saat mau melahirkan karena ia ditolak beberapa Rumah Sakit (RS) yakni RSIA Hidayah Ibu, RSUD Bob Bazar Kalianda, Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek, RS Advent, RS Imanuel dan RS Graha Husada.

“Mulai malam sampai esok paginya itu, saya dan keluarga bingung pak dewan harus bagaimana dan kemana ini mau melahirkan kok susah amat ya ditolak RS sana-sini,”ucapnya.

Selama 24 jam menunggu, sejak Sabtu malam (17/72021) selepas maghrib hingga esoknya Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIB dengan kondisi air ketuban sudah pecah dan merasakan sakit, selama di dalam kendaraan dan perjalanan menuju ke beberapa RS yang menolak persalinannya hingga berada di area parkiran RS Airan Raya Jatiagung.

Kemudian, keajaiban itu datang menghampiri Martini yang saat itu menunggu di area parkiran RS Airan Raya, setelah Pjs Kades Banjarsuri, Jualiansyah dan bidan desa setempat, Imania atau Nia melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk membantu persalinan Martini. Akhirnya, martini mendapatkan penanganan medis RS Airan Raya.

Pada Minggu (18/7/2021) sore sekira pukul 16.20 WIB, Martini melahirkan banyi perempuan dengan selamat dan sehat secara normal, dimana sebelumnya rencananya akan dilakukan operasi caesar.

“Alhamdulilah sekali pak, ada RS yang akhirnya bisa membantu persalinan saya. Saya dan keluarga, mengucapkan banyak terima kasih juga karena itu semua berkat bantuan Ibu bidan Nia dan Pak Kades Juliansyah yang peduli membantu warganya yang sedang dalam kesulitan,”ungkapnya.

Saat ditanya setelah melahirkan, apakah ia dan banyinya saat itu bisa langsung pulang ke rumah. Martini mengatakan,sebelumnya ia sempat dilakukan isolasi terlebih dahulu di RS Airan Raya selama satu hari. Setelah itu pada hari Rabu (21/7/2021) lalu, ia bisa pulang ke rumahnya sementara banyinya keesokan harinya baru bisa dibawa pulangnya.

“Saya sempat diisolasi satu hari, jadi saya dan banyi saya pulangnya enngak sama. Saya hari Rabu-nya pualng, lalu besoknya baru bayi saya. Kalau biaya persalinan di RS, saya pakai BPJS mandiri,”tandasnya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Lamsel, Agus Sartono mengatakan, kunjungannya kali ini di kediaman keluarga Martini yang sebelumnya juga sempat ditolak beberapa Rumah Sakit (RS) jelang persalinannya, tidak lain bersilaturahmi dan ingin melihat mengenai kondisi Martini dan juga bayinya. Selain itu juga, kunjungannya di kediaman keluarga Martini yakni untuk mengetahui kejadiannya Martini ditolak oleh beberapa RS menjelang persalinannya.

“Hari ini saya menemui keluarga ibu Martini, untuk bersilaturrahmi dan juga ingin melihat kondisinya. Alhamdulilah, kondisi keduanya (Ibu dan bayinya) baik dan sehat,”ujarnya kepada teraslampung.com.

Selain Martini, kata politisi PAN Lamsel ini, belum lama ini ia juga sudah menyambangi kediaman Karmila, salah seorang warga yang tinggal di Dusun Ponorogo, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo yang juga bernasib sama seperti Martini sempat ditolak beberapa Rumah Sakit saat mau melahirkan.

Karena dua warga Lamsel yakni Martini dan Karmila bernasib sama ditolak RS saat mau melahirkan, dan kejadian keduanya ini sempat ramai menjadi perbincangan banyak orang setelah muncul pemberitaan di media.

“Sebagai wakil rakyat dan dipilih sama rakyat, maka saya harus mendengarkan keluhan masyarakat. Pastinya merasa prihatin adanya kejadian seperti ini, saya berharap jangan ada lagi ibu hamil ditolak RS saat mau melahirkan,”ungkapnya.

Agus Sartono menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan membahas masalah tersebut melalui rapat DPRD Lamsel nanti. Karena RSUD Bob Bazar Kalianda notabanenya RS daerah Lamsel, mestinya dapat memberikan pelayanan maksimal bagi pasien ibu hamil yang mau melahirkan dan dinyatakan reaktif Covid-19.

“Akan kita bahas dalam rapat DPRD nanti, agar kejadian serupa tidak terulang lagi kedepannya sehingga bentuk pelayanan kepada warga bisa maksimal,”pungkasnya.

 

  • Bagikan