Beranda News Pilgub Lampung Ini Pengakuan Para Saksi Dugaan Money Politics Pilgub Lampung 2018

Ini Pengakuan Para Saksi Dugaan Money Politics Pilgub Lampung 2018

1041
BERBAGI
Saksi Deva Ariadi menyampaikan kesksian pada sidang dugaan money politics Pilgub Lampung yang diduga dilakukan pasangan Arinl Djunaidi-Chusnunia.
Saksi Deva Ariadi menyampaikan kesksian pada sidang dugaan money politics Pilgub Lampung yang diduga dilakukan pasangan Arinl Djunaidi-Chusnunia.

TERASLAMPUNG.COM — Sidang Pemeriksaan Pelanggaran Administrasi (Money Politics Pilgub Lampung) secara terstruktur,sistematis, dan masif (TSM) Bawaslu Lampung hari ini Selasa (10/7) di kantor Gakumdu dengan agenda pemeriksaan saksi – saksi dari pelapor 1 dan dua.

Pelapor satu menghadirkan tiga orang saksi yaitu Deva Ariadi, Hujairi dan Elawati ketiganya warga Desa Cimanuk Kecamatan Way Lima, Pesawaran.

Hujari dan Elawati mengaku menerima uang sebesar Rp50 ribu dari Suhaimi,warga desa yang sama. Sedangkan Deva Ariadi adalah suami dari Elawati yang mengaku mengantar uang Rp50 ribu dari Suhaili itu ke Panwascam untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Saya mendapat kabar dari istri (Elawati) tadi ada Suhali memberikan uang Rp.50 ribu untuk memilih paslon no. 3 kejadian itu tanggal 24 Juni yang lalu,” ujar Deva Ariadi.

“Saya tidak ingin pilgub ini dikotori oleh politik uang makanya pada tanggal 25 Juni uang dari amplop yang berisi 20 ribuan dua lembar dan satu lebar sepuluh ribuan saya laporkan ke Panwascam,” imbuhnya.

BACA: Puluhan Kades di Lamsel Diberi Uang Rp1 Juta per Orang

Elawati mengaku dalam sidang tersebut mengaku dia didatangi oleh Suhali di rumahnya selanjutnya Suhaili memberikan amplop berisi uang.

Pengacara terlapor Khodir menanyakan kepada Elawati apakah amplop tersebut ada gambarnya dan apakah Suhaili ketika memberikan amplop tersebut mengatakan untuk memilih paslon tertentu.

“Amplopnya putih gak ada gambarnya, saya nanya sama Suhaili apakah milih no. 3, Suhaili Cuma bilang ya…asal tau aja,” jawab Elawati.

Sebelum mendatangi rumah Elawatj sebelumnya Suhaili mendatangi rumah Hujairi yang rumahnya kelong satu rumah dari rumah Elawati.

Hujairi mengaku pada sidang TSM yang digelar di kantor Gakumdu itu mengungkapkan pada tanggal 24 Juni Suhaili mendatangi rumahnya memberikan amplop berisi uang Rp.50 ribu.

“Setelah dia (Suhaili) ngasi amplop ke saya terus saya disuruh tandatangan lalu Suhaili bilang jangan lupa kalo nyoblos no 3, setelah itu di pergi ke rumah Elawati,” ungkap Suhaili yang pekerjaan sehari – harinya petani.

Tim pengacara paslon 3 atau terlapor menanyakan kepada ke tiga saksi apakah mereka tahu Suhaili sebagai tim sukses paslon yang sudah didaftarkan di KPU.

“Apakah saudara saksi memgetahui Suhaili itu sebagai tim sukses atau relawan paslon 3 yang sudah didaftarkan di KPU,” tanya Abi Hasan Muan anggota pengacara terlapor.

Saksi – saksi hanya menjawab apa yang mereka ketahui, menurut ke tiga saksi itu Suhaili yang sehari – harinya tukang ojek selama kampanye pernah mereka lihat membagi – bagikan kerudung dari paslon 3.

Selanjutnya acara sidang mendengarkan kesaksian dari saksi – saksi yang diajukan pelapor 1, dikarenakan saksi – dari pelapor 1 belum hadir, pada pukul 11 sidang diskor.

Penjagaan jalannya sidang di Gakumdu masih ketat hadir di sana Wakapolda Lampung Brigjen Pol Angesta Romano dan Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Murbani Budi.

Loading...