Beranda Medsos Trending Ini Penjelasan BPOM Tentang Kopi Bubuk Sachet yang Mudah Terbakar

Ini Penjelasan BPOM Tentang Kopi Bubuk Sachet yang Mudah Terbakar

418
BERBAGI
Anggota DPRD Lampung, Johan Sulaiman (kanan), menunjukkan kopi bubuk Luwak dalam kemasan yang terbakar ketika dituangkan di atas bara api. (Teraslampung.com/dok pribadi Johan Sulaiman)
Anggota DPRD Lampung, Johan Sulaiman (kanan), menunjukkan kopi bubuk Luwak dalam kemasan yang terbakar ketika dituangkan di atas bara api. (Teraslampung.com/dok pribadi Johan Sulaiman)

TERASLAMPUNG.COM — Dunia medsos kini sedang ramai dibicarakan soal Kopi Luwak sachet yang mudah terbakar. Dalam sebuah video yang menjadi viral di medsos tampak seorang pria membuka bubuk kopi dalam kemasan sembari membakar bubuk kopi tersebut.

Bersamaan dengan bubuk kopi yang terbakar, pria tersebut meyakinkan bahwa yang dilakukannya bukanlah rekayasa.

Hal yang nyaris serupa juga dilakikan anggota DPRD Provinsi Lampung, Johan Sulaiman. Di Facebook miliknya, Johan Sulaiman memperlihatkan video tentang kopi schacet yang mudah terbakar.

“Bukan sulap bukan sihir.. Cuma lagi tes ilmu aja.. Lagi bakar kopi tapi bukan kopi joss,” tulis politikus PKS itu di status FB-nya.

Badang Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan klarifikasi sehubungan dengan beredarnya video di jaringan media sosial yang meresahkan masyarakat tentang produk Kopi cap Luwak itu.  BPOM RI memandang perlu memberi penjelasan sebagai berikut:

1. Berdasarkan pengelompokan produk pangan, Kopi cap Luwak termasuk dalam kategori minuman serbuk kopi gula krimer, dengan komposisi produk antara lain gula, krimer nabati, dan kopi bubuk instan. Produk tersebut telah melalui evaluasi keamanan dan mutu oleh BPOM RI serta telah mendapatkan nomor izin edar.

2. Dalam video tampak bahwa produk Kopi cap Luwak terbakar. Hal ini terjadi karena produk tersebut berbentuk serbuk, ringan dan berpartikel halus serta mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah sehingga mudah terbakar dan menyala. Seperti telah dijelaskan BPOM Rl sebelumnya, bahwa produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon), kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api.

3. Disekitar kita terdapat banyak bahan pangan yang mudah terbakar, seperti terigu, kopi bubuk, kopi-krimer, merica bubuk, cabe bubuk, kopi instant, putih telur, susu bubuk, pati jagung, biji-bijian, kentang. Hal ini bukan berarti bahan pangan tersebut berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi.

4. BPOM RI melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum pangan tersebut diedarkan dan memberikan nomor izin edar (MD atau ML) yang dicantumkan pada labelnya. Apabila produk pangan sudah memiliki nomor izin edar BPOM RI, berarti produk tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Dandy Ibrahim

Loading...