Beranda Hukum Ini Penjelasan Danrem 043 Gatam Terkait Penembakan Terduga Pencuri di Areal PTPN...

Ini Penjelasan Danrem 043 Gatam Terkait Penembakan Terduga Pencuri di Areal PTPN 7 Anak Tuha

696
BERBAGI
Komandan Korem Garuda Hitam Kolonel Inf Hadi Basuki

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Komandan Korem Garuda Hitam Kolonel Inf. Hadi Basuki membenarkan berita tentang tewasnya salah seorang berinsial R (25) , warga Dusun 1 Kampung Negara Aji Tua, Kecamatan anak Tuha Lampung Tengah setelah tertembak oleh anggota TNI karena diduga melakukan pencurian sawit bersama keempat rekannya di lahan milik PTPN VII di blok 1 Afdeling 1 Dusun Umbul Solo, Kecamatan anak Tuha, Lampung Tengah, Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 16.00 WIB.

Danrem juga tidak membantah bahwa pelaku tersebut ditembak oleh anggotanya.

“Ya benar, terduga pelaku pencurian itu terkena tembakan oleh anggota jajarannya berinisial Prada A. Pelaku nyawanya tidak tertolong, saat anggota berusaha memberikan pertolongan dengan membawanya ke Rumah Sakit,”ujarnya kepada teraslampung.com, Jumat (9/2/2018).

Kolonel Inf Hadi Basuki mengungkapkan, dari informasi yang didapatkannya,kejadian tersebut bermula saat anggotanya menerima informasi dari pihak PTPN VII bahwa adanya pelaku tindak pidana pencurian sawit di Blok 1 afdeling 7 Dusun Umbul Solo.

“Jadi anggota dapat telephon dari PTPN VII yang mengabarkan adanya pencurian sawit. Informasi itu langsung ditindaklanjuti, lalu anggota menghubungi anggota lainnya yang saat itu sedang patroli disekitar areal lahan PTPN VII,” katanya.

BACA: Terduga Pencuri Lima Tandan Sawit di Kebun PTPN 7 Tewas Ditembak

Pada saat anggota Prada A berada didekat lokasi, melihat ada kawan diduga pelaku pencurian berjumlah lima orang sedang melakukan pencurian sawit. Mengetahui hal itu, mereka (pelaku) pencurian itu mau melarikan diri lalu diberi tembakan peringatan.

“Anggota kami meminta kelima pelaku itu untuk berkumpul, ternyata mereka malah justru berusaha melarikan diri lagi,”ungkapnya.

Pada saat mereka melarikan diri itu, lanjut Danrem, salah seorang terduga pelaku yang diketahui bernama Rian tertinggal dan berusaha melawan, sementara keempat rekannya berhasil melarikan diri.

Karena ada indikasi Rian melawan itulah, sehingga anggota terpaksa memberikan tindakan menembak pelaku. Selanjutnya anggota membawa Rian ke Rumah Sakit harapan Bunda (RSHB) Bandar Jaya, Lampung Tengah untuk diberikan pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong lantaran kehabisan darah.

“Tembakan yang diberikan bukanlah peluru tajam, melainkan menggunakan peluru karet sesuai dengan protap yang berlaku. Jadi Rian meninggal dunia karena kehabisan darah,”terangnya.

Menurutnya, pihaknya bersama PTPN 7 berencana memberikan tali asih kepada keluarga R.

Diketahui sebelumnya, satu dari lima pelaku pencurian lima tandan sawit milik PTPN VII di blok 1 Afdeling 1 Dusun Umbul Solo, Kecamatan anak Tuha, Lampung Tengah, Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 16.00 WIB. Satu pelaku yang tewas tersebut adalah R (25), warga Dusun 1 Kampung Negara Aji Tua, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah. Sedangkan empat pelaku yang melarikan diri, belum diketahui identitasnya.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa lima tandan sawit hasil curian yang belum sempat dibawa, keranjang untuk mengangkut sawit, sepatu boot dan sepeda motor milik pelaku.

Kejadian tersebut berawal saat terduga R bersama keempat pelaku lainnya sedang melakukan aksi pencurian sawit dilahan milik PTPN 7. Aksi pencurian tersebut, diketahui oleh anggota TNI yang saat itu sedang melakukan patroli.

Saat itu juga anggota TNI memberikan tembakan peringatan tapi tidak diindahkan, akibatnya Rian mengalami luka tembak setelah sempat berusaha melawan dan melarikan diri. Sedangkan empat pelaku lainnya, berhasil melarikan diri.

Selanjutnya anggota membawa Rian ke Rumah Sakit harapan Bunda (RSHB) BandarJaya, Lampung Tengah untuk diberikan pertolongan.

Setibanya di Rumah Sakit sekitar pukul 18.20 WIB, namun nyawa Rian tidak tertolong lantaran kehabisan darah akibat luka tembak tersebut.

Berdasarkan Informasi dari RSHB Bandarjaya, pelaku R mengalami luka tembak tepat di bagian dada sebelah kanan, paha kiri dan bawah perut dekat kemaluan serta luka lecet di paha kiri.

Loading...