Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Ini Penjelasan Direktur PD Pasar Soal Kisruh di Pasar Way Halim Bandarlampung

Ini Penjelasan Direktur PD Pasar Soal Kisruh di Pasar Way Halim Bandarlampung

551
BERBAGI
Direktur PD Pasar Tapis Berseri, Edy Gulvari
Direktur PD Pasar Tapis Berseri, Edy Gulvari

TERASLAMPUNG.COM — Direktur PD Pasar Tapis Berseri Bandarlampung Edy Gulvari menilai kisruh di Pasar Way Halim ditunggangi oleh orang-orang yang tidak puas dengan peraturan yang ada.

“Saya mengelola Pasar Way Halim mulai Agustus 2019. Efektifnya bulan September 2019. Dari tiga pasar yang kami kelola yaitu Pasar Gintung, Pasar Tamin, dan Pasar Way Halim; hanya Pasar Way Halim bemasalah,” jelasnya Jumat 20 Desember 2019 di kantornya.

BACA: PD Pasar Tapis Berseri Kota Bandarlampung Lakukan Pembenahan

Menurut Edy, kekisruhan di Pasar Way Halim dimulai ketika pihaknya mengangkat mantan satpam di Pasar Way Halim menjadi petugas keamanan, bukan sebagai karyawan.

“Karena kami menerapkan manajemen baru,  sudah pasti ada perubahan. Perubahan itu tidak ada lagi satpam, tetapi yang ada petugas keamanan. Kami ajak para satpam yang pernah bertugas untuk masuk menjadi petugas keamanan. Hal itu karena Perusahaan Daerah (PD) tidak ada satpam. Yang ada adalah petugas keamanan. Kami angkatlah Effendi (penanggung jawab aksi kemarin),” jelasnya

Edy menyayangkan Effendi tidak mau ikut aturan yang telah ditetapkan PD Pasar Tapis Berseri.

“Terpaksa kami (direksi) memecatnya. Dia (Effendi) mau mengelola keamanan itu sendiri, ya tidak bisa. Sebab, nanti kami bisa disalahkan oleh badan pemeriksa,” ungkap Edy

Edy Gulvari mengatakan, pada aksinya Kamis (19/12/2019), Effendi dan kawan-kawan mempertanyakan penarikan uang listrik, biaya pembuatan sertifikat, dan uang jasa sebesar Rp2.000/hari/pedagang.

“Kalau listrik kami belum ikut campur tapi kalau uang Sertifikat HGU senilai Rp120 ribu/tahun dan uang jasa sebesar Rp2.000/hari. Kami memungutnya berdasarkan aturan yaitu Perwali nomer 5. PD Pasar ini gak bisa sembarangan mungut-mungut tanpa dasar hukum yang jelas,” ujar mantan Camat Tanjung Senang itu, didampingi Kepala Unit Pasar Way Halim, Masdar Umar.

Edy berharap persolan di Pasar Way Halim ini bisa segera selesai agar pedagang dan para pembeli bisa nyaman di sana.

“Saya harapkan seperti di Pasar Gintung, Pasar Tamin begitu penglolaannya diserahkan ke kami semuanya berjalan baik-baik saja. Harapan saya masalah di Pasar Way Halim bisa selesai dengan baik, kami ini terbuka kok,” ungkapnya.

Dari penelusuran teraslampung.com di Pasar Way Halim terjadi transaksi jual beli kios. Anehnya kios tersebut milik Pemkot Bandarlampung bisa dijual dengan harga Rp50 jutaan.

Saat dikonfirmasi ke Direktur PD Pasar Tapis Berseri Edy Gulvari, dia mengatakan pada prinsip jika tidak ada masalah antar penjual dan pembeli tidak masalah.

“Kami ingin mencampuri wilayah itu selagi penjual dan pembelinya tidak ada masalah karena kejadiannya bukan dijaman saya. Yang pasti sewa di pasar itu cukup murah Rp10 ribu/meter, itu saja,” ujarnya.

Untuk diketahui Perkumpulan Organisasi Pedagang Pasar Perumnas Way Halim (POPPPWH) melakukan unjuk rasa di kantor PD Pasar Perumnas Wayhalim, Kemarin, Kamis 19 Desember 2019.

Penanggung jawab aksi, Effendi dalam orasinya, menyebutkan beberapa tuntutan berupa memberhentikan penarikan-penarikan uang tidak resmi, seperti uang listrik, biaya pembuatan sertifikat kios dan biaya penarikan uangRp2.000/hari bagi para pedagang.

Dandy Ibrahim

Loading...