BERBAGI
Gubernur Lampung Ridho Ficardo menjelaskan tentang penolakannya terhadap pemnbangunan fly over di Bandarlampung, pada acara silaturahmi dengan para wartawan, Kamis malam (15/6/2017).

TERASLAMPUNG.COM — Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menyatakan, dirinya tidak alergi dengan pembangunan jembatan layang (fly-over) di Bandarlampung. Menurut Gubernur, Pemprov Lampung  tidak menyetujui pembangunan fly over di depan Mall Boemi Kedaton yang dibangun Pemerintah Kota Bandarlampung sebelum adanya kajian yang mendalam tentang pembangunan tersebut.

“Ya, saya memang tidak bolehkan Pemkot Bandarlampung membangun fly over. Tidak boleh karena kajiannya tidak ada. Saya tidak alergi fly over kok. Sekarang mana yang lebih penting membayar pembangunan fly over dengan banyaknya hutang hutang di bidang kesehatan dan pendidikan. Intinya lakukan tata kelola pemerintahan dengan baik,” katanya dalam acara silaturahmi gubernur dengan pemred se-Lampung di Mahan Agung, Kamis (15/7/2017).

Gubernur mengatakan. selama ini Pemkot sudah banyak utang di berbagai sektor kesehatan.Mulai dari tidak.mau menggunakan BPJS dan tetap menggunakan Jamkeskot, belum lagi sertifikasi guru tidak dibayar.

“(Pemkot Bandarlampung) utangnya banyak sekali, tetapi mau bikin fly over di jalan nasional. Sementara itu, bidang pendidikan, kesehatan itu adalah urusan wajib Pemda..Masa depan akan suram jika anak anak tidak sekolah dan masalah hutang bidang pendidikaan dengan adabya sertifikasi guru yang belum dibayarkan dan ini terabaikan. Belum kelar masalah ini dan jangan bicara yang lian dulu,” jelasnya.

Menurut Ridho, bahkan menteri PU mengatakan baru ada di Bandarlampung inilah  jalan yang ada di daerah biasanya minta bantuan saya untuk diselesaikan. Nmun Menteri PU ini bingung, kenapa membangun fly-over di jalan nasional sampai harus berhutang puluhan bahkan ratusan triliun.

“Konsepsinya harus komprehensip, kajiannya ada FSHD -nya ada, saya bukan alergi fly over dan ini akan kami evaluasi. Jadu.kalau ini belum kelar jangan bicara yang lain .”

Belum lagi adanya dampak kemacetan yang diakibatkan rekayasa lalu lintas didepan tugu juang 45 atau disekiat kantor pos Tanjungkarang.

“Berapa nilai dari akibat kemacetan lalu lintas bagaiana kalau ada orang yang harus diselamatkan karena adanya kemacetan, kerugiannya besar mungkijn milayaran atau trilian rupiah. Lakukan tata krlola pemerintah dengan baik dan benar,” ujarnya.

Mas Alina Arifin

Loading...