Ini Penyebab Banyak Jamaah Indonesia Jadi Korban Musibah Mina

Bagikan/Suka/Tweet:
Korban dalam insiden dalam lempar jumrah di Mina, Kamis (24/9). Foto: twitter Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi.

TERASLAMPUNG.COM–Jumlah korban asal Indonesia dalam musibah lempar jumrah di Mina pada Kamis lalu (24/9) ternyata jauh dari data yang dihimpun pemeritah Indonesia melalui Kemenlu dan Kemenag. Pemerintah sebelumnya meyakini jumlah jamaah Indonesia yang meninggal dalam musibah tersebut hanya tiga orang. Keyakinan itu didasarkan data bahwa lokasi musibah bukanlah rute yang dilalui jamaah Indonesia.

Namun, belakangan fakta bicara lain. Ternyata jamaaah Indonesia yang menjadi korban musibah tersebut mencapai 14 orang. Hal itu salah satunya disebabkan adanya perubahan rute yang dilalui jamaah Indonesia. Ternyata, rute jamaah Indonesia juga melewati titik lokasi kejadian musibah Mina.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama akan menelusuri alasan askar mengarahkan jamaah berbelok kiri ke Jalan 223 sehingga mereka harus melintasi Jalan 204 ketika hendak menuju Jamarat. Jalan 204 merupakan lokasi terjadinya insiden jamaah berdesak-desakan pada Kamis (24/9) pagi.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan keterangan korban asal Indonesia yang menyebutkan askar mengarahkan jamaah ke jalan yang berbeda harus ditelusuri. “Sebab jalur kita adalah yang lurus sesuai dengan peta dan warna hijau,” kata dia, ketika berbincang dengan jamaah dari Kelompok terbang (Kloter) JKS 61 Embarkasi Jakarta-Bekasi, Jumat (25/9) malam.

Jalur yang seharusnya dilintasi jamaah Indonesia, yaitu Jalan King Fahd. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah memberikan peta kepada jamaah. Warna hijau menunjukkan jalur yang harus dilintasi oleh jamaah menuju Jamarat. Jalur tersebut juga sesuai dengan pengaturan yang diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Karena itu, Menag Lukman menyatakan pemerintah perlu menggali dan mencari tahu alasan askar atau pihak keamanan Arab Saudi mengarahkan jamaah Indonesia yang hendak menuju Jamarat ke lokasi yang berbeda. “Ini yang sedang kita dalami,” kata dia.

Jumat malam, Menag mengunjungi jamaah dari Kloter JKS 61 di Maktab 7, Mina Jadid, Arab Saudi. Dia mendengarkan curahan hati jamaah yang menjadi korban insiden di Jalan 204, Mina.  Menag  juga menyampaikan duka cita mendalam kepada jamaah yang keluarganya wafat karena kejadian itu. “Semoga khusnul khotimah. Mereka yang berpulang kondisi yang sangat baik. Di Tanah Suci dan hendak beribadah. Saya harapkan keluarga mengikhlaskan,” kata dia.

Menag menyatakan upaya pemerintah untuk perbaikan layanan penyelenggaran haji di Arab Saudi tidak akan berhenti. Pemerintah Indonesia akan menyampaikan kepada Arab Saudi untuk menyelesaikan persoalan seperti di Jalan 204, Mina.

“Ini takdir kita, kita jalani takdir ini, tapi kita juga harus menarik pelajaran dari ini. Kami sangat terpukul, tapi kami tidak ingin kejadian serupa terulang,” ujarnya.