Beranda Ekbis Bisnis Ini Penyebab Langkanya Elpiji 3 Kg Menurut Hiswanamigas Lampung

Ini Penyebab Langkanya Elpiji 3 Kg Menurut Hiswanamigas Lampung

334
BERBAGI
Humas Hiswana Migas Lampung, Tri Purnomo.
Humas Hiswana Migas Lampung, Tri Purnomo.

TERASLAMPUNG.COM — Kelangkaan gas elpiji tabung 3 kg atau elpiji tabung (warna) melon di Lampung menurut Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung disebabkan berubahnya bahan bakar mesin penyedot air petani dan rendahnya kesadaran masyarakat kalangan atas yang masih membeli gas melon tersebut.

“Kelangkaan sih nggak ya, tapi kekurangan ya. Penyebabnya di musim kemarau ini para petani banyak menyedot air dengan mesin yang bahan bakarnya dari gas elpiji tabung 3 kg.  Sebelumnya kan mesin penyedot air itu memakai solar. ” jelas Humas Hiswana Migas Provinsi Lampung, Tri Purnomo, Rabu (5/9/2018).

Selain mesin penyedot air atau alkon, Tri Purnomo  menilai masih banyak masyarakat kelas menengah atas yang menggunakan gas melon. Padahal, seharusnya mereka memakai gas tabung warna biru (12 kg).

Menurut Tri, disparitas harga yang cukup besar menyebabkan warga yang seharusnya memakai tabung 12 kg membeli gas tabung isi 3 kg.

“Harga gas 3 kg di pengecer Rp 20 ribu-Rp 22 ribu. Artinya 12 kg (4 tabung) hanya mengeluarkan dana sebesar Rp 80-an ribu. Sedangkan harga gas elpiji tabung 12 kg harganya mencapai Rp.140 ribu. Akhirnya masyarakat kelas menengah atas membeli gas melon dengan menyuruh pembantunya atau sopirnya,” tambahnya.

Guna mengantisipasinya kata Humas Hiswana Migas Lampung Tri Purnomo ke depan pemerintah akan menerbitkan aturan untuk pembelian gas 3 kg menggunakan cara distribusi tertutup pembeli gas tersebut menggunakan Kartu Indonesia Sejahtera (KIS).

“Untuk kalangan menengah atas bright gas akan memasarkan gas 3 kg yang harganya kisaran Rp.37 ribu dan ini sudah berjalan di Jakarta serta Surabaya,”tambahnya.

Pada kesempatan yang sama dia juga mengimbau rumah makan, café juga tukang las untuk tidak menggunakan gas 3 kg.

“Aturannya jelas yang boleh menggunakan gas 3 kg untuk memasak, adalah keluarga yang penghasilannya Rp.1,5 juta, selain itu jangan donk,” tegasnya.

Sementara itu Tri Purnomo menambahkan kuota gas 3 kg di Provinsi Lampung per hari rata-rata 530 ribu ton atau sebanyak 176 ribu tabung gas 3 kg.

Dandy Ibrahim

Loading...