Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Ini Penyebab Pupuk Langka di Abung Timur Menurut Kadis Pertanian Lampung Utara

Ini Penyebab Pupuk Langka di Abung Timur Menurut Kadis Pertanian Lampung Utara

381
BERBAGI
Kepala Dinas Pertanian, Sofyan

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi –‎ Dinas Pertanian Lampung Utara memperkirakan ‘kelangkaan’ pupuk yang terjadi di wilayah Kecamatan Abung Timur dikarenakan proses administrasi antara kelompok tani dan pihak distributor belum sepenuhnya rampung.

“Tahun ini, di Abung Timur sedang diujicobakan program Electronic Billing System untuk pendistribusian pupuk. Mungkin, prosesnya belum selesai sehingga terjadi keterlambatan itu,” kata Kepala Dinas Pertanian, Sofyan, melalui ponselnya, Senin (23/1/2017).

Masih menurut Sofyan, E-Billing System yang baru diujicobakan pertama kali di Lampung Utara yakni di Abung Timur itu bertujuan untuk memudahkan kelompok tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi‎. Kelompok tani di wilayah tersebut akan berhubungan langsung dengan pihak distributor pupuk dengan cara menyetorkan uang ke rekening distributor.

“Bisa karena proses pembukaan rekening belum rampung tapi bisa juga karena stok pupik di gudang belum siap. Tapi, saya belum konfirmasi dengan pihak distributor terkait keluhan ini,” terangnya.

‎Sofyan mengatakan, selain Kecamatan Abung Timur, kecamatan lain di daerahnya masih tetap menggunakan sistem lama dalam pendistribusian pupuk bersubsidi yakni dari petani mengambil pupuk dari kios pengecer yang sebelumnya telah mengambil pupuk dari distributor. Penandatangan surat perjanjian jual beli pupuk antara distributor dan kios pengecer sendiri baru dilakukan pada Jumat pekan lalu.

‎”Dalam hal pupuk, kami hanya bertugas mengusulkan dan mengatur pembagian pupuk bagi 23 kecamatan yang ada. Tapi, sudah ada 8 ton pupuk yang masuk ke Kecamatan Hulu Sungkai baru – baru ini,” tutur dia.

Lebih jauh Sofyan memaparkan, untuk tahun ini, daerahnya hanya mendapat alokasi pupuk sebanyak 24 ribu ton pupuk yang terdiri dari 16 ribu ton pupuk Urea dan 8 ribu ton pupuk ponska. ‎Terjadi penurunan alokasi untuk kedua pupuk tersebut bagi daerahnya karena tahun lalu daerahnya mendapat alokasi 20 ribu ton pupuk Urea dan 14 ribu ton pupuk ponska.

“Tahun ini, semua kabupaten di Lampung memang turun alokasi pupuknya tak hanya Lampung Utara. Prioritas pupuk untuk petani padi, jagung, dan kedelai,” katanya.