Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Ini Penyebab Tukang Sol Sepatu Tak Mampu Perbaiki Rumahnya yang Nyaris Roboh

Ini Penyebab Tukang Sol Sepatu Tak Mampu Perbaiki Rumahnya yang Nyaris Roboh

1026
BERBAGI
Bekas kamar rumah Mastur yang dijadikan dapur yang kondisinya memprihatinkan.

TERASLAMPUNG.COM — Lebih mementingkan pendidikan anaknya Mastur (62) nyaris melupakan perbaikan rumah tinggalnya yang berada di jalan WR. Supratman Gang Sanuba, No. 44, RT 03 Lingkungan I Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandarlampung.

“Untuk bayar uang sekolah ke tiga anak saya, terpaksa saya ngutang di bank keliling (rentenir) sama bank syariah jadi bagaimana saya mau benerin rumah saya,” ungkap Mastur di tempat kerjanya, Sabtu 4 Juli 2020.

Dari empat anaknya, tiga anaknya berhasil tamat SMA hanya satu anaknya yang gagal pendidikannya. Sayangnya anaknya yang bungsu ijazah SMK-nya masih ditahan pihak sekolah karena Mastur belum melunasi uang pembangunan sekolah tersebut.

“Anak saya nomor dua Ahmad Solihin (sudah meninggal) sekolah dasar saja tidak tamat. Anak saya nomor satu,Wahyudin (35) tamatan STM Satu Nusa,  nomor tiga, Masnunah (23), tamat dari SMAN 8 Bandarlampung dan yang bungsu Asep Sujana (20) dari STM Taman Siswa,” katanya.

“Ijazah Asep sampa sekarang masih ditahan sekolah karena saya belum bayar uang sekolah sama uang pembangunan kalau tidak salah besarnya Rp4juta,” ungkap pria kelahiran Garut, Jawab Barat itu.

Mastur di tempatnya biasa mangkal untuk menjual jasa sebagai pengesol sepatu.

Ketiga anaknya itu semuanya belum mendapat pekerjaan akhirnya semuanya masih menjadi tanggungan Mastur.

“Yang nomer satu tadinya kerja di perusahaan air mineral, yang nomer tiga tadinya di konter hape dan yang bungsu baru mau melamar menjadi office boy (OB) di perusahaan bank,” jelasnya.

Tempat tinggal keluarga Mastur nyaris rubuh, sejak tahun 1984 tidak pernah diperbaiki karena tidak ada biaya, pria paruh baya itu lebih mementingkan pendidikan anaknya dari pada memperbaiki rumahnya.

“Saya menikah dengan Nuraini (48) tahun 1984, rumah itu milik mertua saya yang sudah dihibahkan ke istri saya. Bagaimana saya mau perbaiki sementara penghasilan saya pas-pasan dan untuk menyekolahkan anak saya harus hutang di bank keliling juga di bank syariah,” ungkapnya

“Utang saya sekarang tinggal Rp4 juta di bank keliling ada yang bayarnya harian dan mingguan, Alhamdulillah yang Rp12 juta sudah lunas utang dari bank syariah,” kata kakek dua cucu itu.

Dari pantauan teraslampung.com rumah keluarga Mastur yang ditempati bersama anak dan dua cucunya tidak layak huni. Mereka tidur tidak di kamar tapi di ruang tengah karena dua kamar yang ada nyaris rubuh.

“Kami tidur di ruang tengah, saya bersama istri dan anak perempuan saya serta cucu saya Umay (9) dan Adit (9). Sedangkan anak saya yang laki-laki terpaksa tidur di rumah temannya,” ujarnya.

Alasan Mastur dan keluarga jika malam tidur di ruang tengah karena dua kamar yang ada nyaris rubuh, sedangkan kamar yang satu sudah rubuh dan kini dijadikan dapur.

“Rumah kami ada tiga kamar, kamar yang di belakang sudah rubuh dan sudah kami jadikan dapur. Kamar yang didepan itu saja kalo tidak ada lemari untuk menyangganya kemungkinan rubuh juga,” jelasnya.

Rumah yang memiliki panjang 8 meter dan lebar 7 meter, hanya sebagian yang bata sisanya kayu dan triplek itu, sementara ini listriknya juga dimatikan karena takut konsleting.

“Sejak kondisi rumah bocor saya takut konslet listriknya, akhirnya saya minta dimatikan saja, takut kebakaran. Sementara penerangan pake lampu minyak saja dulu pak,” paparnya.

Penghasilan Mastur sebagai tukang Sol sepatu yang mangkal di jalan Asrama dekat kantor Polsek Telukbetung Utara sehari Rp50 ribu bahkan tidak jarang pulang tidak membawa uang.

“Siang ini aja saya belum dapet uang, padahal saya harus bayar utang sama bank keliling. Bagaimana saya mau merapihkan rumah buat makan saja saya kadang-kadang kurang,” katanya.

Untuk memperbaiki rumah keluarga Mastur itu dibutuhkan bantuan dari pemerintah dan masyarakat yang peduli dengan keluarga belum mampu.

Kelurahan setempat, menurut Lurah Talang, Sarkoni sudah mempersiapkan persyaratan administrasi untuk diajukan dalam program Bedah Rumah oleh Pemkot Bandarlampung.

“Kami dari kelurahan sudah menyiapkan persyaratan administrasi untuk program bedah rumah. Nanti begitu ada perintah dari pemkot, persyaratan administrasi itu langsung saya ajukan,” jelas Lurah Talang, Sarkoni, Jumat 3 Juli 2020.

Program Bedah Rumah kata Sarkoni sejak pandemi Covid-19 ini sementara dihentikan, untuk itu dia mengajak masyarakat yang ingin membantu perbaikan rumah Mastur bisa datang ke kantornya.

“Bantuan Bedah Rumah itu kalau tidak salah Rp15 juta, jelas ini kurang dibutuhkan biaya tambahan dari donatur,” katanya.

“Dikesempatan ini saya juga mengajak masyarakat yang punya kelebihan rezeki untuk membantu keluarga Mastur, silahkan lihat sendiri rumahnya tidak jauh dari kantor saya, hanya berjarak 25 meter,” ujar Sarkoni.

Dandy Ibrahim

Loading...