Ini Perkiraan Terjadinya Musim Hujan di Lampung

Ilustrasi hujan lebat (okezone)
Bagikan/Suka/Tweet:

Rahmat/Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Radin Inten II Lampung memperkirakan, musim hujan di Lampung baru akan terjadi pada medio atau akhir November mendatang.

“Kami prediksi itu secara hitungan statistik atau berdasarkan model, di medio atau akhir November, wilayah Lampung ada potensi memasuki awal musim hujan,” kata Prakirawan BMKG Lampung, Rahmat Subekti, Minggu (24/9/2023).

Kendati demikian, menurut Rahmat, potensi terjadinya awal musim di Lampung tidaklah merata. Beberapa daerah ada yang lebih cepat mengalami musim hujan, dan pun demikian sebaliknya. Seperti Lampung Barat, misalnya, potensi awal musim hujan di sana diperkirakan akan terjadi pada awal November.

“Kalau untuk Lampung Selatan, awal musim hujannya terjadi pada awal Desember, sedangkan Lampung Utara, potensi musim hujannya terjadi di medio atau akhir November,” jelasnya.

Ia menuturkan, musim kemarau yang terjadi saat ini dikarenakan adanya dukungan dari fenomena El Nino (salah satu fenomena cuaca yang dapat mempengaruhi curah hujan pada suatu wilayah). Perkiraannya, El Nino yang berada dalam level lemah atau moderat ini masih akan berlangsung hingga Desember.

“El Nino itu akan mulai melemah pada Januari atau Februari 2024 mendatang,” terang dia.

Meski telah memasuki sebelas atau enam puluh hari tanpa hujan alias musim kemarau, namun sejumlah daerah masih terlihat diguyur hujan. Namun, hujan yang terjadi merupakan hujan lokal. Hal itu dapat terjadi dikarenakan adanya pertumbuhan awan hujan Laut Jawa di sebelah Timur Lampung. Awan itu bergerak masuk ke Lampung akibat adanya dorongan angin dari arah Tenggara atau Selatan.

“Karena sifatnya hujan lokal maka wilayah yang diguyur hujannya pun sangat sempit seperti yang terjadi di wilayah Bukitkemuning,” katanya.

Lantaran masih musim kemarau, ia mengimbau agar pemkab maupun pemkot untuk memperhatikan ketersediaan air bersih untuk warganya masing-masing. Perhatian mengenai ketersediaan air juga harus diberikan pada lahan-lahan pertanian agar tidak mengganggu produksi pertanian.

“Kami juga mengimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau seperti saat ini,” katanya.