Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Ini Pesan Walikota Bandarlampung untuk Hindari Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Ini Pesan Walikota Bandarlampung untuk Hindari Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

457
BERBAGI
Walikota Herman HN (tengah) pada acara Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang diselengarakan oleh Damar, di Bandarlampung, Kamis, 5 Desember 2019.
Walikota Herman HN (tengah) pada acara Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang diselengarakan oleh Damar, di Bandarlampung, Kamis, 5 Desember 2019.

TERASLAMPUNG.COM — Walikota Herman HN menegaskan, untuk menghindari kekerasan terhadap perempuan dan perkawinan anak, sosialisasinya harus ditingkatkan sampai di dunia pendidikan.

“Mari kita sosialisasikan kampanye kekerasan terhadap perempuan dan perkawinan anak bukan hanya di Bandarlampung saja tapi se-Lampung. Bisa bicara kepada PKK, BKOW kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak dimulai dari anak-anak SMP,” kata  Herman HN saat membuka acara Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang diselengarakan oleh Damar, di Bandarlampung, Kamis, 5 Desember 2019.

Herman HN juga mengajak untuk sabar dalam membina rumah tangga agar tercipta rumah tangga yang tenteram.

“Kalau yang satu marah, yang satunya diam. Kalau dua-duanya sama keras,ya pasti ribut. Harus sabar dalam membangun mahligai rumah tangga agar tercipta rumah tangga yang sakinah mawadah waromah. Ini pengalaman pribadi saya,” ujar Herman HN.

Walikota Herman HN juga mengingatkan para peserta yang hadir bahwa pada bulan September 2020 akan digelar perhelatan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung. Dia meminta untuk memilih calon wanita.

“Jangan lupa tahun depan ada pemilihan walikota, saya tidak bisa nyalon lagi. Saya minta dukungan yang hadir di sini untuk memilih calon perempuan,” kata dan disambut tepuk tangan peserta.

Sementara itu Direktur Lembaga Advokasi Perempuan Damar, Sely Fitriani, mengatakan anak perempuan paling rentan menjadi korban kekerasan dan perkawinan.

“Di desa-desa angkanya cukup tinggi. Jika tidak menikah biasanya anak-anak itu akan menjadi buruh migran. Untuk itu butuh komitmen bersama membangun upaya-upaya strategis untuk menekan agar tidak terjadinya perkawinan anak,” kata Sely.

Acara Kampanye 16 hari antikekerasan terhadap perempuan yang diselenggarakan oleh Lembaga Advokasi Perempuan Damar menghadirkan narasumber dari Kantor Kementrian Agama Provinsi Lampung, Mirza Pahlevi; Kepala Dinas PPPA Kota Bandarlampung, Sri Asyiah; dan dr. Boy Zaglul Zaini.

Dandy Ibrahim

Loading...