Beranda Politik Pemilu 2019 Ini Popularitas dan Elektabilitas Calon DPD RI Dapil Lampung Menurut Survei Rakata...

Ini Popularitas dan Elektabilitas Calon DPD RI Dapil Lampung Menurut Survei Rakata Institute

368
BERBAGI
Elektabilitas calon DPD RI dapil Lampung pada Pemilu 2019 menurut survei Rakata Institute.
Elektabilitas calon DPD RI dapil Lampung pada Pemilu 2019 menurut survei Rakata Institute.

TERASLAMPUNG.COM — Hasil survei Rakata Institute tentang popularitas dan elektabilitas calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) RI pada Pemilu 2018 mendatang dari daerah pemilihan Lampung menunjukkan fakta lumayan mengejutkan. Yakni, dua petahana bertengger pada posisi atas disusul Alzier Dianis Thabrani.

Dalam survei yang digelar pada 2 hingga 7 April 2018 dengan sampel 1.000 responden itu Alzier paling populer (42 persen) disusul Andi Surya (38,50 persen dan Anang Prihantono (35,60 persen).

Menyusul di urutan berikutnya adalah Abdul Hakim (24,10 persen), Soleh Bajuri (23,20 persen), Ananda Tohpati (18,30 persen), Ardian Saputra (12,60 persen), Syarief (11 persen),  Aryodya Febriansya (9 persen),dan Azis Asyas (8,70 persen).

Sementara untuk elektabilitas, Andi Surya pada urutan pertama dengan 8,80 persen disusul Anang Prihantono (8,70 persen), dan Alzier Dianis Thabrani (7,80).

Menyusul di bawahnya adalah Soleh Bajuri (5,60 persen), Abdul Hakim (4,00 persen), Ananda Tohpati (1,90 persen), Ardian Saputra (1,70 persen), Syarief (1 persen),Azis Adyas (0,80 persen), dan Aryodya Febriyansa (0,70 persen).

Popularitas dan akseptabilitas calon DPD RI dapil Lampung pada Pemilu 2019 menurut survei Rakata Institute.

“Nama Andi Surya, Anang Prihantoro, M.Alzier Dianis T., Soleh Bajuri,dan Abdul Hakim nampak mulai unggul secara elektabilitas dibandingkan dengan nama–namalainnya.Namun, sebesar 59,40% masyarakat Lampung belum menentukan pilihannya danjuga DCT Pemilu 2019 belum final, sehingga masih besar kemungkinan untuk terjadi perubahan peta,” kata Direktur Rakata Institute, Eko Kuswanto, dalam konferensi pers di Wiseman Cafe, Bandarlampung, Kamis (12/4/2018).

Eko mengatakan, Metode yang dipakai dalam survei ini adalah stratified random sampling, dengan toleransi kesalahan (margin of error) plus minus 3 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Mas Alina Arifin