Beranda News Pilgub Lampung Ini Reformasi Birokrasi dan Pelayanan yang akan Dilakukan Herman HN-Sutono Jika Menang...

Ini Reformasi Birokrasi dan Pelayanan yang akan Dilakukan Herman HN-Sutono Jika Menang Pilgub Lampung

1991
BERBAGI
Herman HN dan Sutono siap mengikuti debat pada Sabtu malam (28/4/2018)
Herman HN dan Sutono

TERASLAMPUNG.COM — Calon Gubernur Lampung nomor urut 2, Herman HN, menyatakan akan melakukan sejumlah reformasi bikrokrasi dan pelayanan di Pemprov Lampung jika dirinya dan Sutono memenangi Pilgub Lampung, 27 Juni 2018 mendatang.

“Di bidang perizinan, kami akan diaksanakan secara online.Masyarakat bisa mengurus perizinan dari rumah dan kantor dengan mengisi aplikasi. Kami juga akan mendorong Pemkab dan Pemkot di seluruh Lampung untuk menerapkan sistem perizinan satu atap seperti yang sudah dilakukan di Bandarlampung,” kata Herman HN, saat memaparkan program pada debat publik kedua Pilgub Lampung 2018 di Hotel Novotel, Bandarlampung, Sabtu malam, 28 April 2018.

Selain itu, Herman HN -Sutono juga akan melakukan reformasi di Samsat agar masyarakat mudah membayar pajak kendaraan bermotor.

“Membayar pajak kendaraan nantinya bisa dilakukan melalui ATM atau m-banking,” katanya.

Di bidang kelistrikan, Herman HN-Sutono akan mendesak pemerintah pusat agar listrik bisa masuk ke seluruh wilayah di Lampung dan dinikmati semua warga Lampung.

Di bidang pelayanan kesehatan, Herman HN akan menggratiskan biaya berobat di RS negeri atau swasta dan puskesmas-puskesmas rawat inap.

“Kami juga akan membuka rumah sakit berjalan masuk desa dengan mengoperasikan 25 bus. Setiap bus ada dokter dan dua bidan. Kami juga akan menambah Puskesmas-Puskesmas rawat inap dan Puskesmas pembantu di setiap kecamatan,” kata Herman.

Di bidang pendidikan, Herman HN-Sutono akan memberikan pelayanan pendidikan gratis  baik untuk tingkat SD,SMP,maupun SMA/SMK. Para siswa akan diberi seragam dua setel, sepatu, tas, dan buku seperti yang telah dilakukan Herman HN selama menjadi Walikota Bandarlampung.

“Guru SD, SMP, dan SMA/SMK yang belum sarjana akan diberi beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang sarjana. Pengangkatan guru honor akan dilakukan secara bertahap. Kami juga akan menciptakan lapangan kerja di daerah-daerah,” katanya.