Beranda News Pilpres 2019 Ini Serangan Balik Jokowi untuk Prabowo di Debat Capres Perdana

Ini Serangan Balik Jokowi untuk Prabowo di Debat Capres Perdana

204
BERBAGI
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Maruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno saling berjabat tangan jelang tampil dalam sesi debat perdana capres - cawapres di Pilpres 2019 di Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

TERASLAMPUNG.COM — Dalam debat pemilihan presiden 2019 (Pilpres), di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis malam, 17 Januari 2019 berlangsung lumayan panas. Selama debat pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno  saling sindir. Yang menarik dari ‘sesi saling sindir’ ini adalah ketika Jokowi melakukan ‘serangan balik’, dengan semacam pukulan ‘uppercut’ dalam olahraga tinju.

Serangan balik itu dilakukan Jokowi ketika calon presiden Prabowo Subianto menanyakan penindakan hukum di era pemerintahan Joko Widodo yang dinilai berat sebelah. Prabowo mencontohkan ada seorang kepala daerah yang menyatakan dukungan pasangan calon nomor urut 01 tapi ditangkap.

“Itu tidak adil,” kata Prabowo.

BACA: Debat Capres, Ma’ruf Amin Ditegur Moderator: Ini Bukan Pidato

Menuut Prabowo siapa pun berhak menyatakan pendapat dan dukungan terhadap siapa pun. “Mungkin ada anak buah bapak yang berlebihan,” ujar Prabowo menyindir.

Jokowi menyindir balik Prabowo dan langsung telak. Ia mempergunakan contoh kasus hoaks yang dilakukan Ratna Sarumpaet saat mengaku dianiaya yang ternyata hanya hoaks.

“Jangan grasa grusu (terburu-buru menilai). Misalnya juru kampanye bapak. Katanya dianiaya, kemudian konferensi pers, apa yang terjadi? Ternyata operasi plastik,” kata Jokowi.

Jawaban Jokowi pun lantas mengundang tawa para hadirin. Namun, Prabowo tak sempat mengucapkan sanggahan.

Jokowi kembali melakukan “serangan” ketika menanyakan kepada Prabowo soal alasan Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo menjadi paling paling banyak mengajukan mantan napi korupsi sebagai caleg pada Pemilu 2019.

“Bagaimana sikap Bapak, padahal kan untuk mengajukan caleg harus ditandatangani ketua umum partai dan sekjen?” tanya Jokowi.

Prabowo yang agaknya tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu menjawabnya agak mengambang. Ia mengaku tidak tahu ada aturan seperti itu.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa ia berkomitmen untuk menegakkan hukum jika kelak terpilih sebagai presiden.

Tema dalam sawala perdana adalah hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Kedua calon pasangan akan berargumentasi tentang solusi mereka menangani keempat bidang tersebut. Debat ini dipimpin oleh enam orang panelis yakni Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Ahli Hukum Tata Negara UI Bivitri Susanti, dan Ahli Hukum Tata Negara Margito Kamis.

TIM | Tempo.co

Loading...