Beranda News Internasional Ini Suasana Anak-anak Muslim Indonesia Belajar Al Quran di Melbourne

Ini Suasana Anak-anak Muslim Indonesia Belajar Al Quran di Melbourne

209
BERBAGI

Erwin Renaldi/Radio Australia

Suaasana anak-anal Muslim Indonesia belajar Quran di “Surau Kita”, Melbourne, Australia (dok ABC)

Banyak warga Muslim asal Indonesia di Melbourne yang mengirimkan anak-anak untuk belajar membaca Quran, salah satunya di pusat komunitas Muslim Indonesia di Melbourne.

Surau Kita, salah satu pusat komunitas Muslim asal Indonesia di Victoria atau IMCV, berada di kawasan Coburg, Melbourne.

Setiap pekan hingga menjelang musim liburan sekolah, Surau Kita menjadi tempat belajar anak-anak asal Indonesia yang ingin belajar membaca Quran.

Program ini digagas oleh Madania Foundation, yang seringkali mengelar kegiatan-kegiatan pendidikan untuk komunitas Muslim Indonesia.

Menurut Koordinator program Tahsin For Kids, Mia Paramashinta, kegiatan ini digelar karena melihat adanya kebutuhan dari komunitas Muslim Indonesia di Melbourne.

“Untuk mengenalkan mereka [anak-anak] pada Quran, bagaimana membaca huruf-huruf Hijaiyah, kemudian bagaimana memperbaiki bacaan Quran pada mereka,” kata Mia.

Para pesertanya adalah anak-anak yang berusia di atas 5 tahun hingga remaja. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang lahir atau dibesarkan di Melbourne, ada pula anak-anak dari mereka yang sedang bersekolah di Australia.

“Menjadi tantangan tersendiri karena bagi beberapa anak-anak, Bahasa Inggris sudah seperti bahasa ibu mereka,” jelas Mia.

Sementara tenaga pengajarnya adalah para relawan, termasuk para pelajar Indonesia dan orang tua, selain guru-guru dari Madania Foundation yang telah mendapat pelatihan.

“Kami menggabungkan cara belajar dengan lebih menyenangkan, seperti dengan permainan, atau wayang kertas, untuk mempelajari kisah-kisah para nabi,” jelas Mia.

Salah satu orang tua peserta, Nadya Octaviani memang sengaja mengirimkan tiga putranya ke Surau Kita untuk belajar Quran.

“Karena mereka bersekolah di sekolah umum, sehingga tidak mendapat pelajaran agama di sekolahnya. Karenanya kami mencari alternatif lain, salah satunya lewat program ini,” jelas Nadya.

Nadya mengaku menjadi Muslim, kaum yang minoritas di Australia adalah hal yang sulit, terlebih jika ia ingin anak-anaknya kelak terus memegang teguh ajaran agama yang dianutnya.

Surau Kita juga mencoba untuk mengembalikan fungsi sebuah masjid, tidak hanya sebagi tempat shalat, tapi juga tempat untuk mencari ilmu, bersilaturahmi, bahkan memiliki koperasi sendiri.



Sumber: radioaustralia.net.au/ABC