Beranda Ekbis Bisnis Ini Tanggapan Gojek Indonesia Terkait Demo Ribuan Pengemudi Gojek

Ini Tanggapan Gojek Indonesia Terkait Demo Ribuan Pengemudi Gojek

28
BERBAGI
Head of Regional Corporate Affairs GOJEK, Teuku Parvinanda
Head of Regional Corporate Affairs GOJEK, Teuku Parvinanda

TERASLAMPUNG.COM — PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia) tetap bertahan dengan insentif yang di berlakukan pada tanggal 2 September 2019. Mereka berharap normal kembali dengan insentif yang ada.

Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Teuku Parvinanda, mengatakan pihaknya tidak akan mengubah penurunan insentif dan tetap bertahan dengan penerapan insentif yaitu 50 persen dari insentif sebelumnya.

BACA: Ribuan Pengemudi Gojek Demo di Bundaran Adipura Bandarlampung, Ini Tuntutannya

“Penyesuaian insentif diberikan, karena kenaikan tarif yang diberlakukan oleh Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019 Seiring dengan meningkatnya pendapatan organik mitra driver dari tarif,” kata Andr, dalam konferensi pers di Liep’s Cafe Bandarlampung, Kamis (5/9).

Menurutnya, penyesuaian insentif pihak GOJEK memberikan banyak promo Dan layanan cashback, agar mitra Gojek tetap di untungkan.

“Kami memfasilitasi dengan banyak promo mulai dari layanan Cashback, kan promo ini menguntungkan mintra, tarifnya kan masih tetap berjalan, dan pendapatan pokoknya masih tetap dapat,” kata dia.

Gojek Indonesia menggelar konferensi pers untuk menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan para pengemudi Gojek di Bandarlampung, Kamis pagi, 5 September 2019.

Ribuan pengemudi Gojek yang tergabung dalam Gerakan Driver Online R2 dan R4 (GEDOR) Lampung terkait penurunan insentif secara sepihak, yang berkumpul di Bundaran Tugu Adipura atau Tugu Gajah, kemudian bergerak menuju ke kantor Gojek perwakilan Lampung di Jalan Robert Wolter Monginsidi.

Koordinator aksi GEDOR Lampung, Miftahul Huda, mengatakan pihaknya memberontak pemotongan karena mereka ingin menyatakan dengan sikap tidak sepakat adanya pemotongan tersebut per 2 September lalu.

“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi oleh Gojek, para pengemudi akan terus menduduki kantor Gojek Lampung dan bahkan mengancam akan mengusir Gojek dari bumi Lampung,” kata Miftah.

Loading...