Beranda News Nasional Ini Tanggapan Seknas Jokowi Soal Isu Reshuffle Kabinet

Ini Tanggapan Seknas Jokowi Soal Isu Reshuffle Kabinet

264
BERBAGI
Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardy

TERASLAMPUNG.COM — Menjelang akhir masa bakti  Kabinet Kerja I Presiden Jokowi berakhir tahun 2019, isu perombakan kabinet (reshuffle) sudah muncul ke permukaan.  Isu reshuffle ini kian kencang pasca pertemuan Jokowi dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah angkat bicara soal reshuffle.

KPK meingatkan Presiden Jokowi untuk tidak memilih calon menteri yang bermasalah dengan hukum, khususnya korupsi, dengan alasan penegakan hukum dan keadilan.

Terkait reshuffle kabinet, Seknas Jokowi menyatakan peringatan KPK itu dimaknai sebagai “masukan” kepada Presiden ketika harus menyeleksi nama-nama yang layak duduk di kabinet pemerintahan Jokowi periode 2019-2024.

“Seknas Jokowi mengingatkan, sesuai konstitusi UUD 1945, seorang presiden memiliki hak istimewa penuh untuk menyusun para pembantunya. “Presiden punya hak prerogratif yang diatur oleh konstitusi dalam urusan memilih dan mengangkat menteri,” ujar Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardi, dalam rilisnya, Jumat, 3 Mei 2019.

Dedy menegaskan semua pihak, baik lembaga maupun individu, wajib menghormati hak konstitusional itu.

“Mari kita semua memberikan keleluasaan kepada Presiden untuk menggunakan hak prerogatifnya tanpa intervensi siapapun dan dari manapun. Kita hanya bisa memberi masukan yang positif sebagai bahan pertimbangan,” katanta.

 

Loading...