Beranda Hukum Kriminal Ini Tiga Kasus Paling Menonjol di Lampung Menurut Polda Lampung

Ini Tiga Kasus Paling Menonjol di Lampung Menurut Polda Lampung

273
BERBAGI
Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol saat pres reles hasil ungkap tiga kasus menonjol di Mapolda Lampung
Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol saat pres reles hasil ungkap tiga kasus menonjol di Mapolda Lampung

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Polda Lampung dan jajaran, mengungkap tiga kasus kejahatan menonjol yang terjadi di Lampung selama satu bulan terakhir (Agustus 2018). Tiga kasus kejahatan yang diungkap tersebut adalah, mengenai pangan berupa garam, penyelundupan ganja modus baru menggunakan generator genset yang sudah dimodifikasi, dan perompakan di laut.

Waka Polda Lampung, Brigjen Pol angesta Romano Yoyol mengatakan, tiga kejahatan yang menonjol yang diungkap itu mengenai pangan berupa garam, penyelundupan ganja modus baru menggunakan generator genset yang sudah dimodifikasi dan kejahatan perompakan di laut. Selain mengamankan para pelaku, juga menyita sejumlah barang bukti dari hasil kejahatan dan alat yang digunakan untuk melakukan aksi kejahatan

“Inilah ketiga kasus kejahatan yang menonjol di Lampung, yang berhasil diungkap oleh Polda Lampung dan Polres Jajaran selama satu bulan terakhir,”ujarnya saat pres rilis hasil ungkap kasus tersebut di Mapolda Lampung, Kamis 13 Agustus 2018.

Brigjen Pol angesta Romano Yoyol mengungkapkan, kasus menonjol pertama. yakni kejahatan terhadap pangan berupa garam yang mana garam sebanyak 50 ton yang disita ini, belum mendapatkan izin resmi untuk dikonsumsi dari BPOM. Petugas mengamankan barang bukti garam diduga tidak beryodium tersebut, dari sebuah gudang milik pelaku Ariyanto (47) yang berada di Jalan Wala Abadi Kampung Kroy, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung.

“Garam ini dibawa dari Pulau Jawa lalu dikemas lagi di wilayah Bandarlampung, dan garam ini sudah banyak tersebar di pasar-pasar tradisional di Lampung. Sesuai intruksi Kapolda, kejahatan terhadap pangan harus ditindak karena membahayakan jika sampai dikonsumsi,”ucapnya.

Menurutnya, jika dilihat garam dengan merk dagang UD. Tiga Permata ini, warga tidak akan curiga kalau garam tersebut berbahaya jika sampai dikonsumsi. Karena garam ini yodiumnya belum ada dan belum diseterilkan. Selain itu juga, sudah ada merk dagang, SNI dan BPOM. Tapi semuanya itu, tidaklah terdaftar dan belum ada ijin edarnya.

Terkait dengan perkara tersebut, pihaknya sudah memerintahkan Polres Jajaran jika menemukan garam sesuai dengan merk dagang tersebut harus disita dan ditangkap pelakunya dan segera dibawa ke Polda. Dikatakannya, jadi bukan lagi akan ditangkap, tapi ini sudah benar-benar eksen.

“Untuk kasus garam, pelaku yang diamankan baru satu orang yakni Ariyanto dan kasusnya saat ini masih dalam pengembangan. Dari pengakuan pelaku, sudah lima tahun beroperasi,”ungkapnya.

Kemudian untuk pengungkapan kasus narkoba, kata Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol, untuk Polres Lampung Selatan ada lima kasus dan tiga kasus lainnya masih dalam pengembangan. Sedangkan untuk Polres Mesuji, berhasil menggagalkan penyelundupan ganja modus baru yang menggunakan generator genset ukuran besar yang sudah dimodifikasi.

“Setelah diperiksa, didalam mesin generator genset itu berisi ganja sebanyak 435 kilogram. Puluhan kilogram ganja yang disita ini, berasal dari Aceh dan dibawa oleh tiga pelaku dari Medan dengan tujuan ke Bandarlampung,“terangnya.

Dikatakannya, pengungkapan 435 kg ganja ini, merupakan hasil giat Polres Mesuji melakukan inovasi dengan menentukan jam-jam tindakan kejahatan mulai jam 09.00 WIB hingga 14.00 WIB. Sedangkan untuk malam hari, adalah jalur yang menuju ke Ibu Kota.

“Hasilnya ya ini 435 Kg ganja, ternyata di dalam mesin generator genset yang sudah dimodivikasi isi didalamnya ganja,”jelasnya.

Selanjutnya untuk pengungkapan kasus kejahatan menonjol ke tiga, yakni aksi kejahatan dilaut yang melakukan perompakan atau perampasan hasil nelayan yang didapat dari tengah laut. Dari pengungkapan kasus ini, ada tiga pelaklu yang diamankan bersama sejumlah barang bukti yang disita dari hasil kejahatan dan alat yang digunakan pelaku saat melakukan aksi perompakan.

“Aksi kejahatan yang dilakukan pelaku perompak ini, sudah dilakukan selama delapan bulan dan ada 12 LP. Modusnya, kapal nelayan (korban) dipepet oleh kapal pelaku digiring hingga sampai pinggir. Setelah itu, pelaku mengancam korban menggunakan senpi rakitan dan golok lalu merampas semua barang-barang berharga milik korban begitu juga dengan hasil tangkapan nelayan,”pungkasnya.

Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol menambahkan, untuk hasil kejahatan Ditreskrimum sendiri yakni curas, curat dan curanmor. Namun yang meningkat adalah kasus curas, untuk pengungkapan kasus tersebut pihaknya akan melakukan tindakan tegas dan terukur.

“Kalau rawan-rawannya tindakan kejahatan ini adalah jam 02.00 WIB sampai jam 05.00 WIB, karena saat jam itulah anggota mulai mengantuk dan lelah maka rawan tindakan kejahatan. Sesuai perintah Pak Kapolda, setiap malam hari harus dilaksanakan razia,”tandasnya.

Loading...