Beranda Pendidikan Iptek Ini Tips Menghindari Serangan MITM di Aplikasi Digital

Ini Tips Menghindari Serangan MITM di Aplikasi Digital

585
BERBAGI
Ahmad Muslimin (Foto: Istimewa)
Ahmad Muslimin (Foto: Istimewa)

TERASLAMPUNG.COM — Kemajuan teknologi gital membuat masyarakat selaku konsumen mendapatkan berbagai kemudahan, baik terkait dengan keuangan, bisnis, informasi, dan komunikasi. Aplikasi digital pun menjadi produk yang laris manis seperti kacang goreng.

Banyaknya aplikasi digital dan perputaran uang di baliknya tidak serta merta selalu menguntungkan konsumen. Tak jarang, konsumen justru rugi besar karena aplikasi digital yang dipakainya mendapatkan serangan dari para hacker. Ketika isi handphone androin dan perangkat digital lain dikuasai hacker, maka informasi rahasia terkait akun di aplikasi digital pun berpindah tangan.

Itulah kelakuan para hacker yang melakukan serangan yang disebut sebaai Man In The Middle (MITM).

Kini makin makin konsumen aplikasi keuangan yang jadi korban serangan MITM. Para hacker bisa dengan leluasa mendapatkan secara penuh informasi seseorang dengan masuk ke dalam HP android.

Serangan MITM secara harfiah artinya adalah serangan cyber yang terjadi ketika komunikasi antara dua belah pihak atau sistem di cegat oleh pihak ke tiga(3) yaitu hacker secara diam-diam. Serangan yang di maksudkan tersebut dapat terjadi dalam berbagai bentuk komunikasi online. Celakannya, kegiatan serupa serangan MITM  juga dapat terjadi atau dilakukan oleh oknum yang bekerja pada sebuah bisnis jasa pengantaran barang dan surat ataupun produk lainnya sehingga dapat menimbulkan kerugian buat konsumennya.

Serangan MITM merupakan jenis serangan yang sangat berbahaya dan bisa terjadi di mana saja, baik di website, telepon seluler, maupun di peralatan komunikasi tradisional seperti surat menyurat.

MITM tidak hanya digunakan untuk mendengar atau mengetahui percakapan pribadi saja, tetapi juga dapat melihat berbagai informasi yang ada di dalam perangkat yang di gunakan oleh si korban serangan MITM.

Pada umumnya hacker mengunakan metode MITM untuk menyerang bisnis SaaS , bisnis e-commerce, pengguna aplikasi keuangan baik atas keinginannya sendiri untuk mendapatkan keuntungan pribadi maupun by order yang di sepakati antara hacker dengan seseorang ataupun kelompok yang ingin mendapakan informasi.

Kegiatan hacking MITM attack biasanya menggunakan koneksi Wi-Fi publik gratis untuk mendengar percakapan atau komunikasi yang sedang di lakukan oleh konsumen internet yang akan jadi korbannya.

Terkait hal itu, Ketua DPW LPKSM – GML Provinsi Lampung, Ahmad Muslimin mendesak pemerintah dan pihak swasta  ketika memberikan fasilitas jaringan internet nirkabel (Wi-Fi) publik gratis, BUG di hardware ditutup.

“Ini untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat sebagai konsumen internet,” tandas Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat – Gema Masyarakat Lokal(DPW LPKSMP – GML) Provinsi Lampung, Ahmad Muslimin, Minggu, 12 Januari 2020.

Ahmad mengatakan desakan itu disampaikan karena router produk dari luar negri ada yang dengan sengaja terbuka/di buka oleh vendor sehingga ada celah para hacker melakukan serangan MITM.

“Dengan di tutupnya BUG di hardware pada Wi-Fi publik gratis ataupun pada Wi-Fi berbayar, hal tersebut akan menyulitkan hacker saat menganalisis / meriset jaringan dengan sebuah tools / perangkat lunak khusus, sehingga hacker tidak dapat membaca IP address calon korbanya,” kata dia.

Dengan begitu, menurut Ahmad,  konsumen terproteksi dan hacker tidak bisa menyusup ke HP android milik konsumen.

Ahmad juga mengimbau masyarakat sebagai konsumen internet agar tetap aman memakai jaringan Wi-Fi maka dapat menggunakan aplikasi secure connection for android yang dapat dipilih untuk di gunakan.

Berikut tips Ahmad Muslimin agar kita terhindar dari serangan MITM:

1.Selalu waspada dalam menggunakan WiFi Networking publik gratis.
2.Jangan gunakan SSIDS (Nama Wi-Fi) yang mencurigakan.
3.Gunaka VPN jika tersedia saat menggunakan Wi-Fi publik gratis.
4.Jangan gunakan EVIL TWIN Wi-Fi network, yaitu saat gunakan Wi-Fi di sebuah lokasi terlihat dua  nama Wi-Fi yang hampir sama.
5.Ubah pengaturan pada perangkat yang Anda gunakan agar tidak terhubung dengan Wi-Fi secara otomatis.
6.Pastikan website yang dikunjungi menggunakan HTTPS atau memiliki simbol kunci di awal URL.
7.Jangan melakukan aktivitas online banking atau memasukan kredensial akun pribadi ketika terhubung di jaringan Wi-Fi publik gratis.
8.Jangan pernah melalukan root ponsel android milik anda. Karna hacker lebih leluasa masuk, menyusup dan menguasai ponsel anda yang telah di root.
9.Hindari perintah log on apapun ketika memakai jaringan Wi-Fi publik gratis, karena di situlah hacker atau penyerang mencuri kredensial milik masyarakat sebagai konsumen internet.

“Sebagai catatan, jaringan Wi-Fi publik gratis memiliki ancaman cyber yang sangat besar dan ponsel korban dengan Metode MITM dapat dikuasai penuh oleh hacker. Regulasi kita yang ada belum mampu mencegah terjadinya serangan MITM attack baik itu UU ITE maupun UU perlindungan konsumen. Indonesia juga belum miliki regulasi yang mengatur khusus tentang Artificial Intelegent (AI) maupun Artificial Intelegent Creativity(AIC) yang pelaku kejahatan di sektor tersebut terbilang kejahatan khusus atau istimewa (extra ordinary,” kata Ahmad.

Loading...