Beranda News Pusiban Ini Ungkapan Keprihatinan Tokoh Lintas Agama di Lampung Terkait Teror Bom

Ini Ungkapan Keprihatinan Tokoh Lintas Agama di Lampung Terkait Teror Bom

327
BERBAGI
Doa dan dialog lintas iman di Bandarlampung, Selasa malam (15/5/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Uskup Lampung, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, menyatakan Tuhan tidak membeda – membedakan umat manusia. Menurutnya, Tuhan mencintai semua umat manusia tidak melihat suka agama dan warna kulit.

“Dalam setiap khotbah saya kepada umat Khatolik saya selalu mengatakan Tuhan tidak membeda – bedakan orang. Untuk itu, umat Katolik harus siap kapan pun, di manapun untuk bekerjasama untuk merajut kebersamaan tanpa melihat warna kulit, agama dan suku,” ujar Mgr. Yohanes Harun Yuwono pada acara doa dan dialog lintas iman dengan tema “Duka Mereka, Duka Kita Semua” di Aula Gereja Katedral Kristus Raja,Bandarampung,  Selasa malam (15/5)

Sementara itu Pendeta Cristia Putro dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) di acara yang sama mengatakan ibadah kepada Tuhan merupakan perwujudkan perjumpaan manusia sebagai sang Khalik jika ada orang yang mencedarainya merupakan kejahatan yang luar biasa.

“Dari kejadian di Surabaya, PGI mengimbau umuat kristen untuk mawas diri introspeksi jika ada yang salah apa kurang, membuka ruang membuka diri untuk bekerjasama dengan semua orang tanpa melihat perbedaan,” kata Cristia Putro.

Sedangkan pendiri Kelompok Studi Kader (Klasika) Chepry C Hutabarat mengajak para pemuda lintas agama untuk bekerjasama melakukan hal – hal yang konkret.

“Saya rindu anak muda dari berbagai agama untuk bekerjasama untuk melakukan bakti sosial dan melakukan advokasi terhadap masalah – masalah yang ada di masyarakat,” harap Chepry.

Hadir di acara doa dan dialog lintas iman anggota DPRD Provinsi Lampung dari PKB, Khaidir Bujung.

Bujung menilai akibat peledakan di Surabaya bukan hanya umat Kristiani saja yang berduka, tapi kita semua.

“Peledakan bom di Surabaya bukan masalah polisi dan umat Kristiani saja tapi duka kita semua. Pengebom itu bukan orang Islam yang tidak suka dengan orang Kristen, tetapi orang yang memiliki paham dari luar yang ingin mengubah ideologi negara kita,” jelas Khaidir Bujung.

Sementara itu Ketua PC NU Bandarlampung, Ichwan Adji Wibowo, mengatakan tidak ada satu agama pun yang membenarkan tindakan sadistis dan biadab, apalagi Islam yang Rahmatan lil Alamin.

“Islam itu jika diperas inti pelajarannya ada dua yaitu iman dan amal sholeh. Iman itu percaya kepada Allah SWT,sedangkan amal sholeh perbuatan baik sesama manusia. Jadi pelaku pengeboman itu bukan Islam,” tegas Ichwan Adji.

Sedangkan Wayan dari DPD Peradah mengucapakan belasungkawanya terhadap korban pengemboman di Surabaya dan mendapatkan karma atas perbuatannya.

Deddy Wijaya Candra , Sekertaris DPD I Gerakan Mahasiswa Budha Indonesia (Gemabudhi) Lampung, mengatakan pemuda Budhis mengatakan rasa khawatir sebagai kaum minoritas dan dia tegas mendukung dan percaya kepada aparat keamanan dalam hal ini kepolisian.

“Saya memahami jika ada perasaan mencekam sebagai kaum minoritas, kapan lagi siapa lagi yang jadi korban. Tapi kami tetap mendukung dan percaya kepada aparat keamanan,” tegas Deddy Wijaya.

Acara doa dan dialog lintas agama yang diinisiasi Kelompok Studi Kader (Klasika) dihadiri Kapolres Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono, mantan Bupati Way Kanan Bustami Zainudin, dan ratusan pemuda lintas agama.

Dandy Ibrahim