Ini yang Disampaikan Wagub Lampung Chusnunia Chalim Sebelum Pingsan

  • Bagikan
Wagub Chusnunia Chalim pingsan usai menyampaikan sambutan pada acara terkait penanganan stunting, di Hotel Novotel, Bandarlampung, Senin (14/5/2021). Foto: lampost.co

TERASLAMPUNG.COM — Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik pingsan usai memberikan sambutan pada acara  Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten Tahun 2021, di Hotel Novotel, Bandarlampung, Senin, 24 Mei 2021.

Sejumlah peserta acara menuturkan, saat datang ke ruang acara Nunik terlihat bugar.Ia menyapa para peserta yang terdiri atas jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan kabupaten/kota di Lampung. Meski begitu, berdasarkan foto jepretan staf Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, terlihat bahwa Nunik tidak seceria biasanya.

Terkait masalah stuntung, Nunik mengatkan bahwa stunting itu bukan persoalan baru. Stunting perlu diperhatikan bukan hanya ketika lahiran, tetapi  sejak ibu hamil harus memperhatikan gizi anaknya.

“Termasuk saya ini juga harus mendapatkan perhatian diberikan makanan yang bergizi. Bocoran sedikit,” katanya.

Nunik mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya untuk melakukan pembinaan terhadap Kabupaten/Kota dalam meningkatkan keterpaduan intervensi gizi serta percepatan penurunan stunting.

“Mengingat target penurunan angka stunting di Provinsi Lampung dalam RPJMD sampai dengan Tahun 2024 adalah sebesar 14 persen. Masalah stunting penting untuk ditangani, karena berpengaruh terhadap peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berkaitan dengan tingkat kesehatan bahkan kematian anak. Stunting dapat diatasi atau dikoreksi sejak seribu hari pertama kehidupan sehingga saat bayi lahir sampai dengan usia 2 tahun masih bisa dilakukan intervensi agar tidak menjadi stunting,” katanya.

 

Nunik menyebutkan konsep pencegahan stunting membutuhkan keterpaduan dalam intervensi gizi, baik pada lokasi dan kelompok sasaran.

“Melalui penyelarasan yang dimulai dari proses perencanaan sampai dengan pemantauan dan evaluasi kegiatan lintas sektor serta antar tingkatan pemerintahan. Intervensi, perhatian, dan kehadiran pemerintah daerah di tengah-tengah masyarakat sangat diperlukan dalam memberikan asistensi dan edukasi, sehingga masyarakat mengetahui, memahami, dan menyadari arti pentingnya pemenuhan gizi spesifik maupun sensitif,” katanya.

Beberapa peserta mafhum Nunik menyampaikan kalimat itu karena orang nomor dua di Provinsi Lampung itu tengah hamil muda.

Usai Nunik menyampaikan sambutan, pembukaan acara pun ditutup dengan pembacaan doa. Tak lama kemudian Nunik pamit untuk meninggalkan acara. Saat hendak menuju pintu ruang acara, tiba-tiba tubuh Nunik lunglai. Ia masih sempat meminta panitia untuk dipapah karena tubuh kakinya sangat lemah untuk berjalan.

Sejumlah ajudan kemudian membantu Nunik keluar ruangan dengan kursi roda dan menuju mobil dinasnya.

  • Bagikan