Beranda News Olahraga Ini yang Membuat Floyd Mayweather Jr Kalahkan Manny Pacquiao

Ini yang Membuat Floyd Mayweather Jr Kalahkan Manny Pacquiao

803
BERBAGI
Floyd Mayweather Jr dengan tiga sabuk juara dunia, usai mengalahkan petinju asal Filipina Manny Pacquiao, di Las Vegas, Minggu siang WIB. Meski menurut publik Many "Pacman" Pacquiono dianggap lebih layak menang, data statistik ternyata menunjukkan hal sebaliknya.(Foto: Reuters/CNN)

TERASLAMPUG.COM, LAS VEGAS — Kekalahan Manny Pacquiao dari Floyd Mayweather Jr dalam laga tinju kelas welter di Las Vegas disambut oleh tangis, kemarahan, dan berbagai tuduhan oleh rakyat Filipina. Sang petinju Amerika Serikat sendiri melayangkan pukulan demi pukulan pada awal laga dan terlihat menjadi lebih kuat seiring dengan jalannya pertarungan, dan mendapatkan kemenangan angka dari tiga juri.

Di kota Jenderal Santos, Filipina, beberapa pendukung Pacquiao menangis dan meminta adanya tanding ulang. Mereka mengatakan bahwa Pacquiao pantas menang karena ia telah menjadi petinju yang lebih agresif dan mengejar Mayweather kemana pun ia bergerak ke setiap sudut ring.

“Keputusan ini memenangkan petinju tuan rumah,” kata Karlo Alexei Nograls, seorang ahli hukum dari kota Davao. “Seharusnya Manny menang. Ia membuat Mayweather berlari dan menyudutkannya ke pinggiran ring. Manny tidak mengecewakan rakyat Filipina. Ia telah memberikan segalanaya.”

Laga Fight of The Century tersebut membuat jalanan kosong dan seluruh aktivitas di Filipina seolah terhenti, dengan rakyat Filipina beramai-ramai menonton laga tersebut di bioskop, hotel, dan taman-taman yang memasang layar besar.

Sementara itu, pangkalan militer Filipina pun membolehkan pasukannya menonton pertarungan tersebut.

Presiden Benigno mengucapkan terima kasih kepada Pacquio karena ia telah memberikan inspirasi kepada rakyatnya agar mereka berjuang untuk hidup yang lebih baik.

“Ia bertarung untuk kehormatan, bukan untuk  angka,” kata juru bicara presiden. “Ia telah memenangkan hati seluruh dunia.”

Sementara banyak pendukung Pacquiao tak senang dengan hasil tersebut, beberapa menyatakan persetujuan bahwa Mayweather adalah petinju yang lebih baik.

“Saya sedih, tapi mari terima kekalahan ini,” kata Isidro Santos, seorang penjaga keamanan pusat perbelanjaan kepada Reuters. “Manny akan terus menjadi idola saya. Ia kalah kepada petinju yang lebih pintar.”

Pengamat lokal berkata bahwa Mayweather lebih baik secara bertahan dan juga mendaratkan pukulan lebih akurat. Sementara Pacquiao bergerak dengan agresif, mereka juga berkata bahwa ia hanya memenangkan tiga atau empat ronde.
Banyak yang kecewa setelah tiga juri memberikan keputusan bahwa Floyd Mayweather Jr. menang mutlak atas Manny Pacquiao di pertandingan yang digelar di MGM Grand, Las Vegas. Namun melihat data statistik yang ada, ternyata Mayweather Jr. memang layak menang.

Melihat penampilan agresif Pacquiao yang diiringi oleh ‘pelarian’ Mayweather Jr. sepanjang 12 ronde berlangsung, tentunya publik banyak beranggapan bahwa Pacquiao yang lebih layak menang.

Namun melihat data statistik yang ada, kenyataan yang dilihat publik pada umumnya ternyata bertolak belakang.

Berdasarkan data statistik, Pacquiao melontarkan 429 pukulan dan jumlah itu ternyata kalah dari Mayweather Jr. yang melontarkan total 435 pukulan di pertandingan ini.

Untuk pukulan kategori jab, Mayweather Jr. melayangkan 267 pukulan, berbanding 193 milik Pacquiao, sedangkan kategori power punch, Pacquiao lebih unggul 236 pukulan berbanding 168 pukulan.

Tetapi jika melihat jumlah total pukulan yang masuk secara keseluruhan, ternyata Mayweather Jr. jauh unggul. Petinju berjuluk Money itu mendaratkan 148 pukulan, sedangkan Pacquiao hanya sukses memasukkan 81 pukulan.

Data statistik ini tentunya bakal mengejutkan publik yang melihat langsung pertarungan dua petinju fenomenal ini.

Jawaban dari hal ini terletak pada efektivitas jab milik Mayweather Jr. Dalam pertarungan yang digelar di MGM Grand Las Vegas tadi, Mayweather Jr. memang sering mendaratkan jab pada saat kedua petinju berhadapan dan memulai serangan.

Aksi curi serangan lewat jab-jab yang dilakukan Mayweather Jr. inilah yang berpeluang memberikan perbedaan besar dalam penilaian juri terhadap aksi dua petinju ini.

Walaupun tidak terhitung sebagai sebuah serangan besar, Mayweather Jr. mampu ‘menabung’ poin plus di tiap ronde.

Pacquiao kemudian terlihat ‘lebih layak’ menang di mata publik karena agresivitas dan tekadnya untuk menyerang sepanjang pertandingan berlangsung. Ia terus berlari mengejar Mayweather Jr. dan inilah yang jadi poin plus di mata publik.

Kengototan Pacquiao itulah yang dilihat publik sebagai bukti sahih bahwa Pacquiao layak jadi pemenang, padahal di saat bersamaan Mayweather Jr. justru lebih efektif dan efisien dalam melontarkan pukulan sehingga layak untuk keluar sebagai pemenang di akhir pertandingan.

CNN/reuters