Beranda News Nasional Ini yang Menyebabkan Curah Hujan Tinggi dalam Tiga Hari Terakhir

Ini yang Menyebabkan Curah Hujan Tinggi dalam Tiga Hari Terakhir

165
BERBAGI
Banjir di Kendal, Jawa Tengah (Kedaulatan Rakyat).

TERASLAMPUNG.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak tiga hari lalu  melansir imbauan agar masyarakat Indonesia mewaspadai hujan lebat yang akan terjadi pada 17 Juni hingga 20 Juni 2016. Imbauan BMG ternyata benar, sejak dua hari terakhir sejumlah wilayah di Indonesia dilanda hujan deras, bahkan menyebabkan banjir dan menewaskan puluhan orang.

BMKG melansir, sejak dua hari lalu, tinjauan kondisi atmosfer menunjukkan t beberapa indikasi yang menunjukkan munculnya potensi hujan lebat  di wilayah Indonesia.

“Kondisi masih hangatnya suhu muka laut di atas normal perairan Indonesia barat, masuknya aliran massa udara basah dari samudera India di maritim kontinen Indonesia serta, lemahnya aliran masa udara dingin Australia  di wilayah Indonesia, diperkirakan memberikan kontribusi pada ppeningkatan curah hujan,” kata Dr. Yunus S. Swarinoto,
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, dalam rilisnya, baru-baru ini.

Menurut Yunus, hal itu diperparah dengan adanya daerah perlambatan, pertemuan dan belokan angin di wilayah Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan kondisi atmosfer menjadi tidak stabil sehingga meningkatkan potensi petir dan angin kencang.

Dari kondisi tersebut beberapa wilayah di Indonesia diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas lebat, antara lain:
di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku , dan Papua.

Untuk itu, masyarakat dihimbau agar meningkatkan kewaspadaan pada potensi bencana yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan dan pohon tumbang.

“Serta bagi operator jasa transportasi laut juga dapat mewaspadai potensi hujan lebat dan gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di perairan selatan Sumatera, Jawa hingga Bali-NTT,” katanya.