Beranda Politik Pemilu 2014 Pemilu 2014: Inilah Anggota DPR RI dari Lampung

Pemilu 2014: Inilah Anggota DPR RI dari Lampung

643
BERBAGI

 Mas Alina Arifin/Teraslampung.com 

BANDARLAMPUNG— Di tengah berkembangnya ketidakpercayaan publik terhadap pelaksanaan PemiiluLegisltatif 2014, KPU berhasil menyelesaikan penghitungan suara tepat jadwal,yaitu 9 Mei 2014. Sejumlah KPU Provinsi yang dinilai bermasalah terkait ketidakcocokan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan jumlah semua suara masuk juga sudah diselesaikan.

Heboh selisih suara hingga 800-an ribu yang terjadi di Lampung pun sudah dituntaskan.Terkait dengan penggelembungan suara dan terkait dengan pidana Pemilu, pihak kepolisian sudah melakukan proses hukum. Sejumlah nama sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Lampung.

Setelah penghitungan suara tuntas, proses selanjutnya adalah pengesahan calon anggota DPRD Kabupaten Kota/Kabupaten, Provinsi, DPR RI, dan DPD RI.Untuk DPR RI, Lampung mendapatkan ‘quota’ 18 kursi yang terbagi dalam dua
daerah pemilihan (Dapil). Dapil Lampung I terdiri atas Bandarlampung, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, dan Lampung Barat Dapil Lampung 2 Meliputi: Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Usai pencoblosan pada 9 April 2014 lalu, publik tahu bahwa Lampung termasuk provinsi yang sangat rawan kecurangan. Proses penggelembungan suara yang melibatkan caleg, tim sukses caleg, dan penyelenggara Pemilu terjadi di mana-mana.

Di tubuh Partai Golkar, misalnya, indikasi curang terkuak ketika caleg nomor urut 1 untuk DPR RI, Dwi  Aroem Hadiatie, menyodorkan bukti raihan suaranya dengan kopian rekaman suara formulir C1 saat KPU Lampung menggelar pleno penghitungan suara. Suara Aroem banyak pindah ke
caleg lain yang masih satu partai dengannya.

Tanpa kecermatan, kecerdasan, dan kerja keras Aroem dan para tim suksesnya, bisa diyakini Aroem akan terdepak dan gagal melenggang ke Senayan. Bukti-bukti kuat yang disodorkan Aroem dan kerelaan KPU Lampung untuk mendengarkan protes Aroem telah memberikan pembelajaran politik yang baik, yakni pembelajaran bahwa untuk menjadi wakil rakyat harus dilakukan dengan cara-cara yang jujur dan satria.

Alhasil, caleg satu partai dengan Aroem itu pun gagal ke Senayan. Fakta ini, tentu bukan sebuah hukuman bagi caleg yang gagal. Ini adalah kemestian, sebuah keharusan yang memang mesti diterima oleh caleg yang bersangkutan.

Hal serupa terjadi di Dapil II, yakni dengan fenomena mencuatnya nama caleg Partai Demokrat Nizwar Afandi dengan perolehan suara yang ‘spektakuler’ berbedaannya antara data di formulir C1 dengan data perolehan suara tingkat KPPS, PPK, dan KPU Kabupaten. Untuk kasus ini, proses mendapatkan kebenaran
juga sudah dilakukan. Alhasil, Nizwar Afandi pun tidak lolos ke Senayan.

Berikut adalah anggota DPR RI terpilih dari Dapil I dan Dapil II Lampung.

Dapil I:
1.    Sudin (PDIP)
2.    Isma Yatun (PDIP)
3.    Zulkifli Hasan (PAN)
4.    Zulkifli Anwar (Demokrat)
5.    Ahmad Muzani (Gerindra)
6.    Dwie Aroem Hadiatie (Golkar)
7.    Almuzzammil Yusuf (PKS)
8.    Musa Zainuddin (PKB)
9.    Frans Agung Mula Putra (Hanura)
Dapil Lampung  II:
1.  Dwita Ria Gunadi (Gerindra)
2.  Darussalam (Gerindra)
3.  Henry Yosodiningrat (PDIP)
4.  Azis Syamsuddin (Golkar)
5.  Marwan Cik Asan (Demokrat)
6.  Tamanuri (Nasdem)
7.  Abdul Hakim (PKS)
8.  Chusnunia (PKB)
9.  Alimin Abdullah (PAN)