Beranda Hukum Kriminal Inilah Bahan yang Dipakai untuk Membuat Pupuk NPK Mutia Palsu yang Beredar...

Inilah Bahan yang Dipakai untuk Membuat Pupuk NPK Mutia Palsu yang Beredar di Tulangbawang

285
BERBAGI
Kasat Reskrim Polres Tulangbawang, AKP Donny Kristian Bara’langi menunjukkan barang bukti pupuk NPK Mutiara Palsu yang disita dari empat tersangka sindikat pengedar pupuk palsu asal Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (19/2/2018). (Foto Humas Polres Tuba).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TULANGBAWANG — Empat tersangka sindikat peredaran pupuk NPK Mutiara palsu asal Bojonegoro, Jawa Timur yang dibekuk petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Tulangbawang (Tuba), ternyata mengedarkan pupuk palsu yang terbuat dari tanah liat dan pewarna.

Kasat Reskrim Polres Tulangbawang, AKP Donny Kristian Bara’langi mengungkapkan, dari hasil tes sementara yang dilakukannya, pupuk palsu jenis NPK Mutiara yang disita dari keempat tersangka sindikat asal Bojonegoro, Jawa Timur tersebut terbuat dari campuran tanah liat dan juga pewarna. Keaslian pupuk racikan komplotan tersangka Bojonegoro ini, dapat diuji dengan menggunakan air dengan cara direndam atau dilarutkan kedalam air.

“Kalau direndam ke dalam air, maka pewarna pupuk itu langsung larut dan mengendap lalu yang tersisa hanyalah tanah liat saja,”ungkapnya, Senin (19/2/2018).

Dikatakannya, untuk memastikan lebih lanjut kadar yang ada didalam pupuk NPK Mutiara palsu tersebut, pihaknya akan segera mengirimkan sampel pupuk palsu tersebut ke laboratorium di Bandarlampung.

Diketahui, petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Tulangbawang (Tuba), berhasil membongkar sindikat peredaran pupuk NPK Mutiara palsu dan menangkap empat warga Jawa Timur yang mengedarkan pupuk palsu tersebut. Polisi menangkap para tersangka saat berada di Jalan Lintas Rawajitu, Penawar Tama, Minggu (18/2/2018) lalu.

Keempat tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Bambang, Wasiran, Mansur Arif dan Rudianto. Mereka berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur yang saat ini tinggal mengontrak rumah di SB 16 Desa Siwo Bangun, Kecamatan seputih Banyak, Lampung Tengah.

Dari penangkapan para tersangka, petugas menyita 25 sak atau sekitar 1 ton 250 Kilogram pupuk NPK Mutiara palsu dan satu unit mobil Pic-up yang digunakan para tersangka untuk mengangkut pupuk palsu tersebut.