Inilah Daftar Peraiih Penghargan Adipura, Kalpataru, dan Adiwiyata Mandiri 2014

Bagikan/Suka/Tweet:
Wakil Presiden Boediono menyerahkan penghargaan Kalpataru, di Istana Wakil Presiden, Kamis malam (5/6). Foto dok Sekretariat Kabinet/Ist.

JAKARTA, Teraslampung.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tahun 2014 di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (5/6), yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Boediono. Pada kesempatan tersebut  Wapres Boediono menyerahkan penghargaan bidang lingkungan hidup yang meliputi Adipura, Kalpataru, Adiwiyata Mandiri serta Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah Terbaik.

Penghargaan lingkungan hidup tahun ini, tak satu pun penghargaan diraih wakil Provinsi Lampung, kecuali untuk kategori sekolah peraih Adiwiyata Mandiri yang diraih SDN 5Metro Utara, SDN 3 Metro Selatan, dan SDN 5 Metro Timur. Untuk penghargaan Adipura sebagai apresiasi bagi kota terbersih, tak satu pun daerah di Lampung yang mendapatkannya.

Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA dalam laporannya mengatakan, pada 2014 ini, Program Adipura melakukan evaluasi terhadap kinerja kebersihan dan keteduhan lingkungan perkotaan terhadap 373 kabupaten/kota.

“Jumlah penerima penghargaan Adipura Kencana 15 kota, Adipura 86 kota, Piagam Adipura 32 kota dan Plakat Adipura untuk Sarana dan Prasarana Terbaik 32 kota. Anugerah Adipura Kencana diberikan kepada kota yang melampaui batas pencapaian dari segi pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan tanah, perubahan iklim, sosial, ekonomi serta keanekaragaman hayati,” papar Menteri Lingkungan Hidup, Kamis (5/6).

Penghargaan Kalpataru diberikan kepada orang atau kelompok masyakarat yang telah melakukan upaya penyelamatan lingkungan hidup secara berlanjut yang hingga tahun 2014 jumlah penerima Kalpataru sebanyak 326 individu/kelompok masyarakat. Tahun ini, penghargaan Kalpataru disampaikan kepada 13 orang/kelompok.

Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata Menteri LH, juga memberikan penghargaan kepada sekolah berbudaya lingkungan melalui Program Adiwiyata, yang hingga tahun 2014 diikuti oleh 6.357 sekolah. Tahun ini Dewan Pertimbangan Adiwiyata menetapkan peraih penghargaan Adiwiyata Mandiri kepada 44 sekolah dari 10 provinsi.

Sementara evaluasi terhadap Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), lanjut Balthasar Kambuaya, dilakukan untuk mendorong pemerintah daerah melaporkan kondisi lingkungan hidupnya.

“Pada tahun ini,  penyusun SLHD Tahun 2013 terbaik untuk kategori Provinsi adalah Provinsi Sumatera Barat, Jambi, dan Jawa Timur. Untuk kategori Kabupaten/Kota diberikan kepada Kabupaten Dharmasraya, Kota Padang dan Kota Sungai Penuh,” kata Balthasar.

Pada perayaan HLH 2014 ini, Menteri Lingkungan Hidup menyerahkan Buku Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia Tematik Ketahanan Lingkungan 2013 serta Laporan Kinerja KLH Tahun 2009-2014.

Pada kesempatan itu, Wakil Presiden RI berkenan memberikan Penghargaan Lingkungan secara langsung dan menandatangani Sampul Hari Pertama Perangko Seri Peduli Lingkungan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2014. Para peraih Penghargaan Lingkungan Hidup 2014 ini. (Dewira/KLH)

Berikut ini daftar pemenang penghargaan Lingkungan Hidup 2014:

Penghargaan Kalpataru: 


Kategori Perintis Lingkungan

  1. Mahmud Sukirno, dari Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
  2. Rusli, dari Desa Paluh Kurau, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.
  3. Zulkifli, SH, dari Kumpulan Bonjol Nagari Koto Kaciak, Kabupaten Pasaman, Prov. Sumatera Barat.
  4. Ipin, dari Desa Simajaya, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Kategori Pengabdi Lingkungan

  1. Amrul Sadik Daga, SKM, dari Kelurahan Sangaji Utara, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.
  2. Aiptu Al Aswandi, dari Jalan Lintau Payakumbuh KM 11 Jorong Pakan Rabaa, Nagari Batu Payung, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.
  3. Herman Sasia, SH, dari Desa Tuva, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kategori Penyelamat Lingkungan

  1. Lembaga Adat Teratak Air Hitam, dari Desa Teratak Air Hitam, Kab. Kuantan Singingi, Prov. Riau.
  2. Pengelola Hutan Adat (KPHA) Desa Guguk, dari Desa Guguk, Kabupaten Merangin, Prov. Jambi.
  3. Letawa Sahabat Lingkungan, dari Desa Makmur Jaya, Kab. Mamuju Utara, Prov. Sulawesi Barat.
  4. Kelompok Tani Hutan Sadar Sendiri, dari Kampung Imbari/Distrik Warsa Jalan Majapahit Biak, Provinsi Papua

Kategori Pembina Lingkungan

  1. PT Tidar Kerinci Agung, Jalan Samudera 30, Koto Marapak, Padang Barat, Prov. Sumatera Barat
  2. Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, Jalan Inu Kertapati No 12, Kota Jambi, Provinsi Jambi

Laporan Status Lingkungan Hidup Daeragh (SLHD)L

Tropi sebagai peraih nilai tertinggi untuk kategori Provinsi diraih oleh:

  1. Provinsi Sumatera Barat
  2. Provinsi Jambi
  3. Provinsi Jawa Timur

Tropi sebagai peraih nilai tertinggi untuk kategori Kabupaten/Kota diraih oleh:

  1. Kabupaten Dharmasraya
  2. Kota Padang
  3. Kota Sungai Penuh

Plakat Penyusun Laporan SLHD Tahun 2013 terbaik untuk kategori Provinsi diraih oleh:

  1. Provinsi Jawa Barat
  2. Provinsi DKI Jakarta
  3. Provinsi Sumatera Utara
  4. Provinsi Bali

Plakat Penyusun Laporan SLHD Tahun 2013 terbaik untuk kategori Kabupaten/Kota adalah:

  1. Kabupaten Agam                                                                     
  2. Kabupaten Buleleng
  3. Kabupaten Lamongan                                                             
  4. Kabupaten Gianyar
  5. Kabupaten Bandung      
  6. Kabupaten Kulon Progo
  7. Kota Bekasi
  8. Kota Tarakan                                                                               
  9. Kota Surabaya                                                                             
  10. Kota Balikpapan
  11. Kabupaten Subang                                                                   
  12. Kabupaten Sorolangun
  13. Kota Denpasar                                                                           
  14. Kabupaten Labuhan Batu
  15. Kabupaten Lumajang                                                               
  16. Kabupaten Sleman