Beranda Views Kisah Lain Inilah Detik-Detik Pemeran ‘Rangda’ Roboh Saat Pentas Calonarang di Jembrana

Inilah Detik-Detik Pemeran ‘Rangda’ Roboh Saat Pentas Calonarang di Jembrana

245
BERBAGI
Tragedi pentas Calonarang: pemain berusia muda roboh dan meninggal karena tertusuk keris. (Istimewa)
Tragedi pentas Calonarang: pemain berusia muda roboh dan meninggal karena tertusuk keris. (Istimewa)

JEMBRANA, Teraslampung.com — Pementasan Calonarang di Pura Jati Luih, Desa Pangkung Jangu Kecamatan, Mendoyo Kabupaten Jembrana,  Bali awalnya berjalan mulus. Namun pementasan berubah menjadi kepanikan ketika  Komang Ngurah Trisna Para Merta (14) yang memerankan ‘Rangda” dalam pementasan “Calonarang”  roboh karena tertusuk  keris.

Sindikasi Teraslampung.com di Bali, kabarnusa.com.melaporkan awalnya korban yang pelajar SMP asal Lingkungan Delod Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana bersama seniman lainnya menyemarakkan pentas Calonarang pada Senin 12 Oktober 2014 dinihari pukul 00.30 Wita.

Baca: Remaja di Bali Tewas Tertusuk Keris Saat Pentas Calonarang

Tiba-tiba saat pementasan calonarang di Pura ini berlangsung Merta  tiba-tiba ambruk yang diduga setelah ditusuk dengan keris oleh Nying (pemeran tukang tusuk/tikam).

“Padahal menurut keterangan bapaknya Ketut Gayada, anaknya saat itu sudah kerasukan atau kesurupan,“ terang Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, Rabu (14/10/2015) malam.

Mengetahui korban (Komang) jatuh tengkurep menurut Sudarma Putra, para pemain Calonarang lainnya berusaha membalikkan tubuh korban. Saat itu, dari perut korban  mengeluarkan darah.

Korban kemudian diajak ke Pura dan kemudian dilarikan ke RSUD Negara untuk mendapatkan pertolongan.

“Dari pemeriksaan dokter korban mengalami luka tusuk pada lambung,” ujar Sudarma Putra.
Sempat dirawat sehari, korban kemudian dibawa pulang keluarganya. Untuk selanjutnya menjalani perawatan di rumahnya (rawat jalan).

Sayangnya baru sehari di rumah, korban mengalami muntah-muntah dan kembali di bawa ke RSUD Negara. Takdir berkata lain, korban akhirnya meninggal dunia, Rabu (14/10) pukul 21.00 wita.

“Menurut hasil pemeriksaan medis, korban meninggal diduga akibat asam lambung,” kata Sudarma Putra.