Inilah Enam Sesi Debat Kandidat Calon Kepala Daerah Bandarlampung yang Digelar Malam Ini

Bagikan/Suka/Tweet:
Ilustrasi debat kandidat

TERASLAMPUNG.COM– Malam ini pukul 19.00 WIBB (30/9), KPU Bandarlampung menggelar debat kandidat  pasangan calon (Paslon) Walikota Bandar Lampungdi Grand Krakatau Ballroom The 7th Hotel & Convention Center, Bandalampung.

Menurut komisioner KPU, Fery Triatmojo,  debat kandidat malam in akan berlangsung selama dua jam, termasuk acara seremoni pembukaan dan layanan iklan.

“Acara iakan dibagi dalam enam (6) segmen. Segmen pertama dibuka dengan menyanyikan lagu jingle KPU, yang disusul dengan pembukaan-pembukaan, dari Ketua KPU Fauzi Heri dan Sekertaris KPU Bandarlampung, Jainuddin,” kata Ferry.

Berikutnya, moderator yang ditunjuk, Ayi Ahadiat, akan membuka acara dan sekaligus menjelaskan aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh Paslon dan pendukungnya.

Pada segmen ini, para Paslon akan diberi kesempatan memaparkan visi misnya. Dimulai dari calon nomor satu, M. Yunus, Herman HN dan Tobroni Harun. Tiap Paslon diberi kesempatan selama empat (4) menit.

Pada segmen ke dua dilakukan penajaman visi dan misi dimana pertanyaan rumusah akan dilakukan oleh Tim Pakar, yang terdiri dari Dr Bambang Utoyo dari FISIP Unila dan Dr Khoirudin Tahmid dari IAIN Raden Intan Lampung selaku akademisi. Kemudian Muchtar Lutfie dan Koernadi dari kalangan profesional. Tiap-tiap pemaparan penajamanan diberi batasan waktu. Kemudian dilanjutkan dengan segmen ketiga yang berisi tentang pertanyaan terkait isu-isu factual di daerah dari tim pakar.

Pada segmen ke empat, yang diyakini akan berjalan seru,  moderator akan mempersilahkan calon untuk saling bertanya dan memberi jawaban. Tiap pertanyaan dan jawaban juga diberi batasan waktu. Setelah jeda iklan, segmen kelima dilanjutkan dengan agenda saling melemparkan pertanyaan kepada paslon lainnya.

Di segmen ke enam, dilanjutkan dengan game dimana moderator akan memberikan kata kunci-kata kunci yang harus dijawab langsung oleh pasangan calon. Kata-kata kunci juga disusun oleh Tim Pakar.

Berikutnya dilakukan closing statemen dari pasangan calon. Pada sesi ini, calon walikota boleh mengungkap apa saja. Apakah itu sifatnya ajakan, kampanye atau lainnya.

Karena keterbatasan tempat, KPU Bandarlampung  membatasi jumlah peserta yang boleh masuk ke dalam ruangan debat kandidat. Tiap paslon boleh membawa istri dan pendukung namun diharapkan tidak membawa anak ke dalam ruangan debat.