Beranda Pendidikan Kampus Inilah Gedung Megah IAIN Metro yang Responsif Gender

Inilah Gedung Megah IAIN Metro yang Responsif Gender

2215
BERBAGI
Maket Gedung Kampus IAIN Metro (Ist)

TERASLAMPUNG.COM — IAIN Metro berusaha keras bisa menerapkan pengarusutamaan gender dalam setiap pembangunan. Praktik itu diawali dengan pembangunan gedung megah berlantai tiga di kampus tersebut.

Sebagai tindak lanjut dari ditetapkannya IAIN Metro sebagai salah PIC perguruan tinggi dalam Perencanaan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG), mulai tahun 2017 ini semua lini kegiatan baik pembangunan infrastruktur maupun pengembangan program dan kegiatan, sudah harus menerapkan konsep Pengarusutamaan Gender (PUG).

Hal ini dibuktikan dengan akan dibangunnya Gedung Perkuliahan 3 lantai yang berlokasi di Kampus II IAIN Metro di 38B-Banjarrejo KabupatenLampung Timur yang responsif gender.

Gedung perkuliahan yang menempati luas lahan 1.260M2 ini terdiri dari tigalantai dengan fasilitas yang sangat mewah. Dengan anggaran pembangunan lebih dari Rp20 miliar dari SBSN, fasilitas ruang perkuliahan tidak hanya ruang kelas perkuliahan, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan yang sangat responsif gender. Misalnya tangga khusus difable, ruang menyusui, koridor khusus bagi penyandang cacat, dan pemisahan toilet pria dan wanita.

Sebagaimana diketahui, responsif gender harus memperhatikan kebutuhan, pengalaman, permasalahan dan dampak dari tata bangunan dan lingkungan terhadap perempuan dan laki-laki. Perempuan dan laki-laki harus dilibarkan dalam setiap tahapan, agar kebutuhan khusus masing-masing terpenuhi,  hasil tata bangunan tepat sasaran, tidak memboroskan anggaran, tidak menyebabkan ketimpangan hubungan, dan hasil pemanfaatan antara laki-laki dan perempuan.

Hal ini tidak terlepas dari dipastikan kesamaan dalam hal akses, partisipasi, kontrol dan manfaat antara perempuan dan laki-laki dalam seluruh tahapan perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan dan pemantauan.

Hingga pada akhirnya dokumen perencanaan Pembangunan Tata Ruang dalam pembangunan Gedung Kuliah Kampus II IAIN Metro, telah menjawab kebutuhan perempuan dan laki-laki dan menciptakan peluang yang sama antara keduanya pada proses perencanaan pada proses pembangunan dan proses paska pembangunan .

Tidak hanya itu, gedung perkuliahan tiga lantai yang sumber pendanaannya bersumber dari SBSN tersebut yang dalam pelaksanaanannya melibatkan TP4D (Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat dan Daerah) Kejaksanaan Lampung Timur, juga mengadopsi kearipan lokal.

Walaupun dengan model pembangunan modern, kearifan lokal jangan sampai ditinggalkan, karena bangunan infrastruktur bisa jadi tapak sejarah di masa depan.

Hal ini sebagaimana sering disampaikan oleh Rektor IAIN Metro, Prof. Dr. Enizar, M.Ag.sejak awal lelang perencanaan Gedung Perkuliahan Kampus IIIAIN Metro. Harapannya, IAIN Metro bisa menjadi ikon pembangunan infrastruktur yang responsif gender khususnya di walayah propinsi Lampung.

TL/gustibogor/Rl