Beranda Ekbis Bisnis Inilah Hasil Verifikasi Kemendag tentang Distribusi Gula Kristal Rafinasi 2014

Inilah Hasil Verifikasi Kemendag tentang Distribusi Gula Kristal Rafinasi 2014

207
BERBAGI
Menteri Perdagangan Rachmad Gobel saat rapat koordinasi dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin, di Kantor Kementerian Perdagangan, Mimggu (4/1/2015). Foto: Ist

JAKARTA, Teraslampung.com —  Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel  mengumumkan
hasil verifikasi terhadap penyaluran gula rafinasi tahun 2014, Miggu (4/1). Menurut Mendag, verifikasi dilakukan untuk  melihat kepatuhan produsen gula rafinasi terhadap ketentuan pendistribusian gula rafinasi.

“Dalam pelaksanaan verifikasi distribusi gula rafinasi tahun 2014, Kemendag bekerja sama dengan
Surveyor Independen melakukan penelusuran terhadap penyaluran gula rafinasi oleh 11 produsen, 52
distributor, 88 subdistributor, 108 industri makanan minuman, serta 3112 pengecer gula di 366 pasar di 34 Provinsi pada periode Januari-September 2014,” kata Rachat Gobel.

Hasil verifikasi menunjukkan jumlah gula rafinasi yang disalurkan oleh 11 produsen pada periode Januari-Juli 2014 sebesar 1,7 juta ton. Dari jumlah tersebut, jumlah yang disalurkan kepada industri makanan dan minuman sebesar 1,588 juta ton (88,84%), sedangkan sisanya sebesar 199,5 ribu ton (11,16 %) terindikasi tidak sesuai peruntukan.

Sebagai langkah tindak lanjut, Mendag telah mengambil kebijakan baik dari sisi importasi dan dari sisi distribusi yang dituangkan dalam Surat Mendag kepada 11 Produsen Gula Rafinasi Nomor 1300/MDAG/SD/12/2014.

Dari sisi importasi, basis persetujuan impor raw sugar didasarkan pada supply chain dan mekanisme
kontrak antara industri rafinasi dengan industri mamin sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian
Perindustrian ke Kementerian Perdagangan.

Persetujuan impor kepada pabrik gula rafinasi selanjutnya diberikan per triwulan dan akan dilakukan evaluasi untuk pemberian izin triwulan berikutnya.

Di sisi distribusi, kata Mendag, telah dilakukan pencabutan Surat Mendag Nomor 111 Tahun 2009 yang mengatur mengenai distribusi gula rafinasi melalui distributor.

Kemendag mendorong produsen untuk menyalurkan langsung gula rafinasi kepada industri pengguna minimal 85% dan membatasi penyaluran gula rafinasi dari produsen melalui distributor maksimal 15% dari total penyaluran produsen.

Selain itu, akan dilakukan registrasi terhadap distributor/penyalur gula rafinasi. “Pengetatan importasi dan distribusi gula rafinasi diharapkan dapat mencegah gula rafinasi masuk ke pasar konsumsi dan
kebutuhan industri mamin juga tidak terganggu,” tandas Mendag.