Inilah Isi Maklumat Kapolda Lampung Terkait Demo 212

  • Bagikan

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Menjelang aksi unjuk rasa 212 yang akan dilaksanakan pada 2 Desember mendatang, Kapolda Lampung, Brigjen Pol Sudjarno mengeluarkan maklumat saat menggelar silaturahmi dengan insans pers di ruang rupatama Mapolda Lampung, Kamis (24/12/2016).

Di dalam Maklumat tersebut, dicantumkan pasal-pasal yang mengatur aturan demo. Maklumat tersebut, dibuat nomor : Mak/01/XI/2016 dan ditandatangani langsung oleh Kapolda Lampung, Brigjen Pol Sudjarno.

Maklumat tersebut, yang berisi mengenai sejumlah larangan terkait penyampaian pendapat di muka umum.

1. Agar mematuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam UU RI No 9 tahun 1998 tentang kemerdeka an penyampaian pendapat di muka umum, bahwa penyampaian pendapat di muka umum berupa unjuk rasa, rapat umum, pawai dan mimbar bebas yang dilakukan secara lisan, tulisan dan bertanggungjawab adalah hak setiap warga negara.

2. Bahwa semua aspirasi yang disampaikan pada saat unjuk rasa tanggal 4 Nopember 2016 di Jakarta, telah diakomodir yaitu melalui proses penegakkan hukum terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh saudara Ir. Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, dengan ditetapkannya sebagai tersangka dan dilakukan pencekalan berpergian ke luar negeri.

3. Bahwa unjuk rasa 4 Nopember 2016 di Jakarta, telah terjadi pelanggaran hukum dan mengganggu keamanan ketertiban umum di Ibukota Jakarta.

4. Dalam rangka menjaga dan melindungi serta mencegah masyarakat Lampung agar tidak terlibat dalam penyampaian pendapat dimuka umum yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum, maka Kapolda Lampung mengeluarkan maklumat.

Berikut ini diantaranya isi maklumat Kapolda Lampung tersebut:

A. Mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh politik dan tokoh pemuda serta seluruh komponen masyarakat lainnya, untuk turut berperan aktif membantu dan menjaga kamtibmas yang aman, damai dan kondusif di. wilayah Lampung.

B. Masyarakat Lampung agar tidak terprovokasi dan terpengaruh terhadap berita/informarsi yang tidak benar dan menyesatkan serta tidak dapat dipertanggungjawabkan.

C. Menghimbau kepada masyarakat Lampung untuk tidak berangkat dan terlibat dalam penyampaian pendapat di muka umum pada tanggal 25 Nopember maupun 2 Desember 2016 di Jakarta.

D. Aspirasi masyarakat dapat disampaikan dengan cara menyampaikan pendapat dimuka umum di wilayah Lampung, dan dilarang mengganggu ketertiban umum, membawa senjata tajam, senjata api dan benda-benda berbahaya lainnya.

E. Apabila dalam penyampaian pendapat dimuka umum terjadi pelanggaran hukum, maka akan dilakukan penindakan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dikeluarkan di : Bandarlampung
Pada tanggal : 23 Nopember 2016
TTD
Kapolda Lampung, Brigjen Pol Sudjarno

  • Bagikan