Beranda News Pelayanan Publik Inilah Lima Alasan Klise PLN Lampung Terkait Pemadaman Bergilir

Inilah Lima Alasan Klise PLN Lampung Terkait Pemadaman Bergilir

9272
BERBAGI
TERASLAMPUNG.COM —  Krisis listrik di Lampung sudah berlangsung sejak belasaan tahun. Manajer PLN Lampung silih berganti. Bahkan pernah ada menteri yang berjanji pada akhir 2014 sudah tidak ada lagi krisis listrik di Lampung.Namun, sampai hari ini krisis listrik masih saja terjadi.Krisis listrik itu menyebabkan pemadaman bergilir, dari yang masih wajar seminggu sekali sampai yang dalam taraf terlalu (sehari padam hingga 4 kali dengan durasi pemadaman yang lama).

Alasan pemadaman arus listrik di Lampung selalu “itu-itu saja”. Karenanya,publik pelanggan menyebutnya sebagai “klasik”. Alasan “klasik” yang selalu berulang itu pun menjadi “klise” dan sangat tidak menarik alias tidak dipercaya publik.


BACA: Mencaci PLN karena Listrik Mati Seperti Bicara Sama Tembok

Berikut ini alasan “klasik” atau “klise” PLN Lampung terkait pemadaman listrik bergilir:

1. Sedang ada pemeliharaan pembangkit listrik. Ini adalah alasan yang paling sering dikemukakan oleh PLN Lampung, Biasanya “ada pemeliharaan pembangkit” dianggap sebagai hal yang biasa atau wajar. Namun, alasan ini sebenarnya aneh karena pemeliharaan pembangkit terlalu sering dilakukan.

2. Kekurangan daya listrik.  Kekurangan daya listrik ini sebagaai akibat pembangkit listrik tidak bisa beroperasi normal karena debit air PLTA berkurang drastis. Alasan ini biasanya terjadi pada musim kemarau. Padahal, faktanya tidak kemaraau pun PLTA Batutegi di Kabupaten Tanggamus dan PLTA Way Besai di Lampung Barat tidak mampu memasok listrik secara normal.

3.Gangguan dari gardu transmisi Baturaja (Sumatera Selatan) – Bukit Kemuning (Lampung Utara).
Ini juga alasan yang sering dilontarkan PLN.Alasan ini disampakan karena dengan adanya gangguan transmisi Baturaja-Bukit Kemuning berarti Sumsel tidak mengirim pasokan listrik ke Lampung. Maklum. soal energi listrik Lampung masih tergantung dengan Sumsel lewat jaringan interkoneksi Sumbagsel.

4. Ada pemeliharaan di PLTU Tarahan. Ini di sebenrnya alasan aneh. Sebab, setahun ketika PLTU Tarahan diresmikan, alasan ini pun sudah dilontarkan PLN Lampung. Bahkan, pernah terjadi pemadaman listrik bergilir dilakukn karena PLTU Tarahan rusak. Bagamana mungkin PLTU yang baru dibangun sudah rusak?

5. Ada pemeliharaan gardu pembangkit. Alasan ini biasanya diungkapkan PLN jika ada gardu pembangkit atau penyulang energi listrik yang rusak. PLN biasanya tidak menyebut kata “rusak” tetapi menggntinya dengan kata “pemeliharaan”.

Selain lima alasan itu, ada satu lagi alasan PLN Lampung yang tidak kalah klise,yaiti: Trafo rusak. Alasan ini biasanya menjadi jawaban petugas CS layanan 123 PLN jika pelanggan komplain tentang pemadaman listrik di beberapa rumah saja.

Biasanya CS PLN akan mencatat pengaduan dan memberikan kode pengaduan kepada pelanggan. Namun, hampir selalu tidak jelas tindak lanjut lanjutnya. Jika pemadaman listrik yang sangat lokal (hanya puluhan rumah) itu terjadi pada malam hari pulul 20.30 WIB, tidak ada jaminan pada 2-3 jam listrik akan menyala.Berdasarkan pengalaman, listrik akan menyala kembali keesokan harinya.

Dewira
Penyunting: Oyos Saroso H.N.