Beranda Hukum Kriminal Inilah Modus Sindikat Kelompok Curanmor di Bandarlampung

Inilah Modus Sindikat Kelompok Curanmor di Bandarlampung

22
BERBAGI
Para tersangka begal dan pencuri sepeda motor saat diperiksa di Polresta Bandarlampung, Rabu (13/7/2016).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Hari Nugroho mengatakan, sindikat kelompok pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang baru saja ditangkap petugas Polresta Bandarlampung merupakan jaringan yang berasal di luar Kota Bandarlampung.

Kelompok tersangka curanmor tersebut adalah, berinisial DR alias Resa (15) dan GT alias Pantau (20) keduanya merupakan warga Negara Saka, Jabung, Lampung Timur; HR (26) warga Lampung Selatan dan AR (39) warga Mesuji.

“Empat tersangka tersebut, meski berbeda tempat tinggal mereka satu jaringan curanmor yang beraksi di 20 tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Bandarlampung,”kata Hari kepada wartawan, Rabu (13/7/2016).

Saat beraksi, kata Hari, komplotan curanmor tersebut, selalu berganti-ganti rekan. Mereka mengincar sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan, di pertokoan, pasar dan di halaman rumah warga. Para tersangka, tidak segan-segan melukai korbannya.

“Alat yang digunakan para tersangka untuk merusak kunci stang sepeda motor, kunci letter T. Sepeda motor hasil curian, dijual para tersangka kepada penadahnya”terangnya.

Dikatakannya, untuk mengungkap jaringan tersangka dan TKP lainnya, kasusnya masih dalam penyelidikan dan pengembangan. Petugas juga mencari  penadah barang curian.

Hari mengimbau para pemilik kendaraan bermotor, agar tetap waspada dan gunakanlah kunci tambahan sepeda motornya. Saat memarkirkan sepeda motornya, seperti di toko,
pasar, atau tempat keramaian lainnya, kata Hari, harus ada pengawasan petugas parkir.

“Hal tersebut dilakukan, untuk mengantisipasi menjadi korban aksi pencurian sepeda motor,” katanya.