Beranda Headline Inilah Pengakuan Para Orang Tua Terduga Begal asal Jabung yang Ditembak Mati...

Inilah Pengakuan Para Orang Tua Terduga Begal asal Jabung yang Ditembak Mati Polisi

3772
BERBAGI
Nurhalimah (43), ibu terduga begal Sa (20) seorang pelajar SMA asal Jabung, Lampung Timur, yang ditembak mati Tekab 308 Polresta Bandarlampung, menangis saat memberikan keterangan di kantor LBH Bandarlampung, Selasa (18/4/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Nurhalimah (43) ibu kandung Sa (20), salah satu terduga pelaku begal yang ditembak mati  anggota Tim Tekab 308 Polresta Bandarlampung, mengaku dirinya tidak terima dengan tundakan sewenang-wenang aparat kepolisian yang telah menembak mati anaknya.

“Anak saya kok ditembak sampai mati, saya minta keadilan. Anak saya meninggal karena kesalahan yang tidak sesuai. Apalagi meninggalnya, dengan tujuh tembakan. Bagaimana rasanya coba sampai sebegitunya,”ujarnya, saat acara konferensi pers di Kantor LBH Bandarlampung, Selasa (18/4/2017) sore.

Saat memberikan keterangan, Halimah yang merasakan kesedihan begitu mendalam atas kehilangan anak keenamnya tersebut, tak kuasa menahan tangis. Airmatanya langsung jatuh memabasahi kedua pipinya.

Tangannya terus menyeka airmata yang jatuh dari pelupuk matanya.

Sambil menahan isak tangis, Halimah menuturkan anaknya belum pernah melakukan tindakan kejahatan di masyarakat. Makanya, penembakan anaknya hingga meninggal membuatnya syik dan hancur.

“Saya membesarkannya dengan jerih payah selama 20 tahun. Ketika sudah beranjak dewasa dan duduk di  kelas 3 SMA anak saya tibap-tiba harus meninggal,”sesalnya, sembari menangis.

Halimah menuntut agar polisi yang telah menembak mati anaknya yang masih duduk dibangku sekolah SMA tersebut dipecat dan harus dipenjara sesuai dengan kesalahan atau perbuatan yang telah dilakukan.

“Saya tidak terima dan menuntut seadil-adilnya. Anak saya  tidak ada catatan kriminal, tetapi ditembak mati mereka (polisi). Kesalahannya apa, kok sampai anak saya harus ditembak mati?”ungkapnya.

Kesedihan juga diungkapkan Dul Muin, ayah terduga begal IS (17) yang ditembak anggota Tekab 308 Polresta Bandarlampung.

Dul Muin sangat kecewa atas tindakan polisi yang melakuan tindakan sewenang-wenang yangtelah menembak mati putranya yang masih pelajar.

“Saya kecewa dan minta keadilan, agar oknum polisi tersebut dihukum seberat-beratnya,” katanya.

Menurutnya,  anaknya belum pernah melakukan tindakan kriminal.

“Tetapi kenapa sampai segitunya knum polisi itu langsung menembak mati. Saya berpikir, (anak saya) dianggap seperti hewan saja dan langsung dieksekusi. Kalau kejadian ini tidak ditindaklanjuti, ke depannya seperti apa jadinya di Indonesia ini?”ucapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Ibroni, orangtua terduga begal RA (17); Dalom Rayo Mansur, orangtua dari terduga begal HE (17); dan MK Gadah Husin, orangtua  terduga begal YY (20). Mereka Ketiganya mengaku sedih dan marah karena anaknya yang masih pelajar dan tidak ada catatan kriminalnya ditembak mati oleh polisi karena diduga sebagai begal.

Diberitakan sebelumnya, Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, menembak mati lima orang tersangka terduga begal asal Jabung, Lampung Timur setelah terlibat baku tembak dengan polsi di jembatan layang Srengsem, Panjang, Bandarlampung, Sabtu (1/4/2017) lalu.

Kelima tersangka terduga begal itu adalah berinisial SA (20), YY (20) dan HE (17), ketiganya warga Desa Negarabatin, lalu Rk (17) dan IS (17) keduanya warga Desa Negarasaka.

Dari penangapan para tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa sepucuk senjata api rakitan jenis Revolver berikut empat amunisi aktif, dua gagang kunci T beserta enam anak mata kunci T, dua unit sepeda motor dan empat bilah senjata tajam jenis badik.

Saat mengekspos kasus, Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, penangkapan lima tersangka begal tersebut berawal dari hasil hunting anggota Tekab 308. Saat itu, petugas melihat lima orang yang sedang membonceng dua sepeda motor melintas di daerah Panjang.

Setelah dilakukan identifikasi, kata Murbani, diketahui ke lima tersangka merupakan TO (target operasi) dan DPO (daftar pencarian orang) selama ini dicari petugas. Diduga, kelimanya terlibat dalam serangkaian aksi kejahatan curat, curas (begal) dan curamor di wilayah hukum Polresta Bandarlampung.

“Petugas berupaya menangkap kelima orang tersebut, dan upaya itu tidak berjalan mulus. Kelimanya berupaya kabur mempercepat laju kendaraannya, salah seorang sempat membuang tembakan ke arah petugas,”ujarnya saat ekspose kasus di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara (RSB).

Dikatakannya, upaya pelarian tersebut, para pelaku sempat hendak menabrakkan sepeda motornya ke arah petugas yang mengejarnya saat mencoba menghentikan laju sepeda motor mereka.

“Saat dihadang petugas itulah, para pelaku menabrakkan kendaraannya ke arah petugas dan mengeluarkan beberapa kali tembakan. Mereka juga, melemparkan senjata tajam jenis badik ke arah petugas,”terangnya.

Karena adanya perlawanan, petugas mengambil tindakan tegas dengan cara membalas tembakan ke arah para pelaku. Langkah tersebut, dilakukan sebagai upaya petugas mempertahankan diri. Hingga akhirnya, baku tembak tidak bisa dihindari lagi para pelaku berhasil dilumpuhkan dengan beberapa luka tembakan.

“Petugas berupaya membawa lima pelaku untuk mendapat perawatan medis, saat dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara nyawa kelima pelaku tidak dapat diselamatkan,”pungkasya.

Loading...